Baloch Liberation Army Klaim Bom Bunuh Diri di Jalur Kereta Api Pakistan

Kerusakan akibat ledakan di jalur kereta api di Quetta, Pakistan, Minggu, 24 Mei 2026. (Anadolu Agency)

Baloch Liberation Army Klaim Bom Bunuh Diri di Jalur Kereta Api Pakistan

Willy Haryono • 24 May 2026 16:29

Quetta: Kelompok separatis Baloch Liberation Army (BLA) mengklaim bertanggung jawab atas serangan bom bunuh diri yang menargetkan kereta pengangkut personel militer di Provinsi Balochistan, Pakistan, pada Minggu, 24 Mei 2026.

Mengutip kantor berita Reuters, sedikitnya 24 orang tewas dan hampir 70 lainnya terluka dalam ledakan besar yang menghantam jalur rel dekat Stasiun Chaman Phatak di Kota Quetta.

Polisi mengatakan kereta mengalami kerusakan sebagian akibat ledakan tersebut. Sedikitnya 10 kendaraan di sekitar lokasi juga dilaporkan rusak.

Dampak ledakan turut memecahkan kaca bangunan di sekitar area kejadian.

Dalam pernyataannya, BLA mengatakan unit Majeed Brigade yang disebut sebagai sayap “fidayee” atau pelaku serangan bunuh diri mereka berada di balik operasi tersebut.

Kelompok itu menyebut serangan dilakukan terhadap kereta yang membawa personel keamanan dari kawasan Quetta Cantt dalam sebuah “serangan fidayee yang direncanakan dengan matang.”

BLA juga mengatakan rincian lebih lanjut mengenai operasi, termasuk kerusakan dan jumlah korban dari pihak “musuh”, akan diumumkan kemudian melalui pernyataan resmi.

Kereta Anjlok dan Rumah Sakit Siaga Darurat

Media pemerintah Pakistan APP melaporkan ledakan menyebabkan tiga gerbong, termasuk lokomotif, keluar jalur, sementara dua gerbong lainnya terbalik.

Pemerintah setempat langsung menetapkan status darurat di rumah-rumah sakit Quetta untuk menangani korban luka. Seluruh dokter dan tenaga medis dipanggil untuk membantu penanganan korban.

Sementara itu, kereta Jaffar Express tujuan Peshawar dihentikan sementara di Stasiun Quetta sebagai langkah antisipasi keamanan.

Menteri Perkeretaapian Pakistan Hanif Abbasi mengecam serangan tersebut dan menyebutnya sebagai aksi terorisme pengecut. Ia menegaskan serangan itu tidak akan melemahkan tekad Pakistan dalam melawan militansi.

“Musuh kemanusiaan akan dibawa menuju akhir yang memalukan,” ujarnya.

Balochistan selama bertahun-tahun menjadi wilayah rawan konflik bersenjata dan aktivitas kelompok separatis yang menuntut kemerdekaan dari Pakistan.

Baca juga:  Korban Tewas Ledakan di Jalur Kereta Api Pakistan Jadi 24 Orang, 50 Lebih Terluka

(Willy Haryono)