Jemaah Haji Wajib Tahu, Ini Doa Sebelum Meninggalkan Makkah yang Dianjurkan Rasulullah SAW

Ilustrasi haji. Foto: Metro TV/Misbahol Moenir

Jemaah Haji Wajib Tahu, Ini Doa Sebelum Meninggalkan Makkah yang Dianjurkan Rasulullah SAW

Putri Purnama Sari • 1 June 2026 11:10

Jakarta: Musim haji 2026 resmi berakhir. Jemaah haji Indonesia mulai dipulangkan ke Tanah Air, Senin, 1 Juni 2026, bertepatan dengan 15 Zulhijah 1447 H.

Sebelum meninggalkan Tanah Suci Makkah, para jemaah haji diimbau mengamalkan doa sebelum meninggalkan Makkah sebagai bentuk perpisahan dan harapan agar dapat kembali berkunjung ke Baitullah di masa mendatang.

Dalam tradisi Islam, terdapat amalan sunah yang dianjurkan bagi jemaah haji sebelum meninggalkan Makkah, yakni melaksanakan thawaf wada' atau thawaf perpisahan. Setelah itu, jemaah dapat berdoa di Multazam sebagaimana dijelaskan oleh para ulama.

Anjuran Membaca Doa Sebelum Meninggalkan Makkah

Imam Nawawi dalam kitab Al-Adzkar an-Nawawi menjelaskan bahwa seseorang yang hendak keluar dari Kota Makkah dan kembali ke kampung halamannya dianjurkan untuk melakukan thawaf wada' terlebih dahulu. 

Setelah menyelesaikan thawaf perpisahan, jemaah dapat mendatangi Multazam, yaitu area yang berada di antara Hajar Aswad dan pintu Ka'bah, untuk memanjatkan doa.

“Ketika seseorang hendak keluar dari Makkah dan hendak pulang ke tanah airnya, hendaknya ia melakukan thawaf wada’ (thawaf perpisahan) kemudian mendatangi Multazam, dan membaca doa”.

Anjuran ini menjadi salah satu bentuk penghormatan terakhir kepada Baitullah sebelum meninggalkan Tanah Suci. Berikut doa sunah yang dianjurkan dibaca sebelum  meninggalkan kota Makkah.

Doa Sunah Meninggalkan Makkah


Allahumma albaytu baytuka, wal’abdu ‘abduka wabnu ‘abdika wabnu amatika, hamaltanii ‘ala maa sakhkharta lii min kholqika, hattaa sayyartanii fi bilaadika, wa ballaghtanii bini’matika, hattaa a’antanii ‘ala qadha-i manaasikika, fa-in kunta radhiita ‘annii fazdad ‘annii ridhan, wa-illaa famunna al-aana qobla an tan-aa ‘an baytika daarii, hadzaa awaanu –ngshiraafii in adzinta lii ghaira mustabdilin bika walaa baytika, walaa rooghibin ‘anka walaa ‘an baytika.
 
Allahumma fa-asbihni –al’aafiyata fii badanii wal ‘ishmata fii diinii, wa ahsin munqolabii, warzuqnii thoo’ataka maa abqoytanii, wajma’ lii khoyroyi –l-akhiroti wadduniya, innaka ‘alaa kulli syai’in qodiirun.


Artinya: “Ya Allah, rumah ini (baitullah) adalah rumah-Mu, hamba (ini) adalah hamba-Mu, anak dari hamba-Mu yang laki-laki dan yang perempuan. Engkau telah membawaku dengan kendaraan yang Engkau tundukkan dari makhluk-Mu, sehingga Engkau langkahkan kami ke negeri-Mu, dan sampaikan kami dengan nikmat-Mu, sehingga Engkau menolong kami melaksanakan ibadah (haji) kepada-Mu.
 
Maka jika Engkau ridho atasku maka tambahkanlah atasku keridhoan-Mu. Dan jika tidak, maka berilah anugerah-Mu sekarang sebelum aku jauh dari rumah-Mu. Ini adalah waktuku kembali, jika Engkau mengizinkanku, bukan aku menjadikan pengganti bagi-Mu dan tidak juga bait-Mu, juga tidak karena membenci-Mu dan bait-Mu.
 
Ya Allah berikanlah kesehatan kepada badanku, penjagaan terhadap agamaku, jadikanlah baik tempat kembaliku, dan berilah aku rezeki untuk selalu taat kepada-Mu selagi Engkau memberiku umur, serta berikanlah kepadaku kebaikan akhirat dan dunia. Sungguh Engkau Maha berkuasa atas segala sesuatu”.

(Achmad Zulfikar Fazli)