Bandung Masuki Pancaroba, Waspada Cuaca Ekstrem hingga Hujan Es

Ilustrasi hujan deras. (Metrotvnews.com)

Bandung Masuki Pancaroba, Waspada Cuaca Ekstrem hingga Hujan Es

Lukman Diah Sari • 6 April 2026 10:48

Kota Bandung: Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Kelas 1 Bandung, Jawa Barat, meminta masyarakat mewaspadai fenomena cuaca ekstrem saat periode peralihan dari musim hujan ke musim kemarau (pancaroba). Periode ini ditandai dengan melemahnya angin baratan dan mulai masuknya angin timuran yang memicu ketidakstabilan atmosfer.

“Fenomena ini biasanya diawali dengan cuaca panas dan gerah, kemudian terjadi hujan lebat secara tiba-tiba disertai petir dan angin kencang,” ujar Kepala Stasiun Geofisika BMKG Bandung Teguh Rahayu di Bandung, Senin, 6 April 2026, melansir Antara.

Teguh mengatakan kondisi tersebut menyebabkan pertumbuhan awan Cumulonimbus (Cb) yang cukup masif, sehingga berpotensi menimbulkan hujan lebat, petir, dan angin kencang. BMKG mencatat pada Jumat, 3 April 2026, hujan es terjadi di sebagian wilayah Bandung akibat pembentukan awan Cumulonimbus sejak pukul 12.00 WIB.


Ilustrasi-Fenomena hujan es di wilayah Tangerang Raya. ANTARA/Azmi Samsul M

Kecepatan angin saat kejadian tercatat mencapai 42,6 km/jam dan menyebabkan dampak, seperti pohon tumbang di sejumlah titik wilayah Bandung Raya. BMKG menjelaskan hujan es terbentuk dari uap air yang terbawa arus udara naik (updraft) ke puncak awan dengan suhu sangat dingin hingga membeku, lalu jatuh saat arus udara melemah.

"Untuk masyarakat tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, longsor, angin kencang, hingga hujan es. Kami juga meminta warga untuk menghindari berteduh di bawah pohon, papan reklame, maupun bangunan yang berisiko saat cuaca ekstrem terjadi,” kata Teguh.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Lukman Diah Sari)