Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana. Foto: Metro TV/M. Agustian.
93 Persen Anggaran BGN untuk MBG
Anggi Tondi Martaon • 31 March 2026 16:10
Jakarta: Anggaran Badan Gizi Nasional (BGN) pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 mencapai Rp268 triliun. Sebagian besar uang tersebut digunakan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).
"Sebanyak 93 persen dari total alokasi APBN sebesar Rp268 triliun yang dikelola BGN, dialokasikan untuk bantuan pemerintah dalam MBG," ungkap Kepala BGN Dadan Hindayana dikutip dari Antara, Selasa, 31 MAret 2026.
Dadan menjelaskan sebagian besar anggaran tersebut digunakan untuk mendukung operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia. Sebanyak 70 persen digunakan untuk membeli bahan baku, sehingga dapat menguntungkan petani, peternak, nelayan, UMKM, dan lain-lain.
Sedangkan 20 persen anggaran digunakan untuk operasional seperti listrik, sewa kendaraan, termasuk gaji relawan. Hingga saat ini BGN mencatat sudah ada lebih dari 1,2 juta relawan SPPG yang tersebar di seluruh Indonesia dan mendapatkan penghasilan antara Rp2,4 hingga 3,2 juta per bulan.
BGN juga memberikan perhatian terhadap kesejahteraan relawan yang menjadi bagian penting dalam rantai distribusi MBG, dengan dukungan insentif yang disesuaikan dengan beban kerja di lapangan.

Ilustrasi Makan Bergizi Gratis (MBG). Foto: Metrotvnews.com.
Dengan komposisi anggaran yang fokus pada pemenuhan kebutuhan langsung, BGN menegaskan bahwa Program MBG dirancang tidak hanya sebagai intervensi gizi, tetapi juga sebagai instrumen penguatan ekonomi lokal melalui penyerapan bahan baku dan tenaga kerja.
BGN juga terus memastikan pengelolaan anggaran dilakukan secara akuntabel, efektif, dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas gizi masyarakat Indonesia.