Bupati Jeje: Perkuat Kualitas Pelayanan Kesehatan dan Pasien, Jangan Dipersulit!

Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail menegaskan, setiap pasien harus mendapatkan pelayanan setara tanpa membedakan status kepesertaan BPJS Kesehatan maupun pasien umum (Foto:Dok.Pemkab Bandung Barat)

Bupati Jeje: Perkuat Kualitas Pelayanan Kesehatan dan Pasien, Jangan Dipersulit!

Rosa Anggreati • 14 August 2026 13:56

Bandung Barat: Pemerintah Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, memperkuat kualitas pelayanan kesehatan di sejumlah Rumah Sakit yang berada di Kabupaten Bandung Barat. Salah satunya, RSUD Cikalongwetan. 

Langkah ini dilakukan untuk memastikan masyarakat mendapatkan penanganan medis secara cepat, mudah, dan tidak telantar saat membutuhkan layanan kesehatan.

Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail menegaskan, setiap pasien harus mendapatkan pelayanan yang setara tanpa membedakan status kepesertaan BPJS Kesehatan maupun pasien umum.

Hal tersebut disampaikan Jeje saat melakukan kunjungan dalam perayaan HUT RSUD Cikalong Wetan yang ke-9 Bersama Jajaran dari Dinas kesehatan Kabupaten Bandung Barat.

Bupati Kabupaten Bandung Barat juga melakukan pengecekan pelayanan kesehatan,dan berbincang bersama pasien di RSUD Cikalongwetan.
 


Jeje meminta jajaran rumah sakit tidak mempersulit masyarakat yang datang untuk mendapatkan pelayanan medis. Menurutnya, penanganan terhadap kondisi pasien harus menjadi prioritas, sedangkan persoalan administrasi dapat diselesaikan kemudian.

“Saya berpesan, pokoknya di rumah sakit, jangan menyulitkan masyarakat. Jangan dipikirkan dulu ini kekurangan apa. Pokoknya ditangani dulu masalahnya, administrasi dan lain-lain itu urusan belakangan, yang penting masyarakat,” ucap Jeje.

Ia juga menegaskan seluruh pasien berhak mendapatkan standar perawatan, obat-obatan, tindakan medis, hingga ruang perawatan sesuai indikasi medis, bukan berdasarkan cara pembayaran.


Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail (Foto:Dok.Pemkab Bandung Barat)

Untuk mencegah terjadinya antrean panjang dan pasien telantar, RSUD Cikalongwetan kini menerapkan sistem antrean berbasis WhatsApp.

Sistem tersebut dinilai dapat memudahkan masyarakat mengakses layanan sekaligus mengurangi waktu tunggu di rumah sakit.

“Tadi sudah berbicara dengan Pak Direktur, alhamdulillah sudah tidak terjadi (antre menunggu ruangan dan pelayanan) karena sekarang sudah memakai sistem antrean melalui WhatsApp. Jadi tidak perlu mengantri,” ujar Jeje.

Jeje mengatakan RSUD Cikalongwetan memiliki peran penting dalam memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat, khususnya di wilayah Cikalongwetan dan daerah sekitarnya.
 
Karena itu, momentum evaluasi pelayanan di rumah sakit tersebut harus dimanfaatkan untuk memperkuat kualitas pelayanan kesehatan yang mudah diakses masyarakat.

“Jadikan kesempatan ini untuk mengevaluasi dan memperkuat komitmen, memberikan kesehatan yang berkualitas, mudah diakses, cepat, ramah, dan berorientasi kepada kesehatan masyarakat,” katanya.

Selain sistem antrean, Jeje juga meminta kedisiplinan dokter, terutama dokter spesialis, menjadi perhatian. Ia tidak ingin masyarakat harus menunggu terlalu lama hanya karena keterlambatan jadwal pelayanan dokter.

“Dokter spesialis agar lebih disiplin dalam menjalankan tugas dan memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Saya minta jadwal pelayanan dokter spesialis diperhatikan, jangan sampai masyarakat sulit menemui dokter karena jadwal terlambat,” imbuhnya.

Pemkab Bandung Barat juga berkomitmen melakukan perbaikan dan penambahan fasilitas kesehatan di RSUD Cikalongwetan. Upaya tersebut diharapkan dapat meningkatkan kapasitas sekaligus mutu pelayanan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Dengan penguatan sistem pelayanan, kedisiplinan tenaga medis, serta peningkatan fasilitas, RSUD Cikalongwetan diharapkan mampu memberikan pelayanan kesehatan yang semakin cepat, ramah, dan responsif kepada masyarakat.

(Rosa Anggreati)