Faisal, penjual kaos kemerdekaan di Pasar Jatinegara. Foto: MetroTV/Afifah Alfina
Menengok Omzet Pedagang Pernak Pernik HUT RI
Metro TV • 18 August 2026 00:40
Jakarta: Pedagang umbul-umbul dan ornamen kemerdekaan kerap menjamur menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia. Mereka memperdagangkan pernak pernik kemerdekaan dengan diharapkan dapat meraup omzet atau pendapatan yang jauh lebih baik lewat momentum peringatan HUT RI.
Salah satunya pasangan suami istri asal Bogor, Iis, 34, dan Fasial, 35, yang menjajakan kaos anak-anak bernuansa merah putih di Pasar Jatinegara, Jakarta Timur. Mereka mengaku memberanikan diri berjualan ornamen Kemerdekaan karena mendapat suntikan modal barang senilai Rp20 juta dari bosnya.
Sayangnya, keberuntungannya itu tidak berbanding lurus dengan rezeki yang diraup dari hasil penjualan kaos bernuansa merah putih. Dia menyebut baru 60 persen barang dagangannya yang laku terjual.
“Kalau (barangnya) engga habis ya engga bisa dibalikin, harus kita yang beli. Nanti dijual buat tahun depan,” ujar Iis kepada Metrotvnews.com, Senin, 17 Agustus 2026.
Selama berdagang kaos musiman, mereka dalam sehari bisa mengantongi Rp300 ribu. Namun, pada momen HUT RI kali ini, penghasilan yang didapat lebih kecil.
Meski keuntungan yang didapat tak banyak, Faisal dan sang istri tetap berusaha menjajakan barang dagangannya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Terlebih, dia memiliki tiga anak yang kehidupannya harus terus berjalan.
“(Dapat) untung ya buat makan hari ini, bayar sekolah. Enggak jualan ya enggak makan,” tutur Faisal.
Kondisi keuangan itu yang membuat impian sederhana Faisal seperti berlibur bersama anak terus tertunda. Tanpa tabungan sebagai bantalan, hidup keuangan keluarga mereka bagai berjalan di atas seutas tali.

Suasana penjualan pernak pernik kemerdekaan di Pasar Jatinegara. Metro TV/Afifah
Hal serupa dialami pedagang bendera dan ornamen kemerdekaan, Suwana, 40. Dia mengaku pasrah dengan kondisi keuangannya saat ini.
Meski pendapatannya tidak banyak, dia beruntung bisa tetap berjualan tanpa harus berutang. “Kaya gali lubang, tutup lubang. Enggak utang saja syukur,” ungkap Suwana.
Saat ini, banyak pilihan cara berjualan, termasuk lewat online atau e-commerce. Namun, Suwana tetap memilih berjualan secara konvensional atau onfline.
Dia menilai berdagang lewat e-commerce sama saja memaksanya untuk menekan keuntungan. Dia juga akan disibukkan dengan pengemasan dan pengiriman barang.
Kini, perayaan kemerdekaan akan berakhir. Bendera merah putih serta pernak-perniknya juga dalam waktu dekat segera diturunkan. Namun, perjuangan Iis, Faisal, dan Suwana menghidupi keluarganya tak pernah benar-benar berakhir.
(Afifah Alfina)