Gerakan Serang Mengaji Dipercepat untuk Sambut Ramadan

Suasana Launching Serang Mengaji dan Gebyar Tarhib Ramadan 1447 Hijriah/2026. Dokumentasi/ istimewa

Gerakan Serang Mengaji Dipercepat untuk Sambut Ramadan

Deny Irwanto • 17 February 2026 21:18

Serang: Badan Wakaf Alquran (BWA) mempercepat pelaksanaan Program Serang Mengaji setelah penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dan perjanjian kerja sama dengan Pemerintah Kota Serang pada 13 Februari 2026. Program akselerasi tersebut ditargetkan mulai berjalan maksimal 60 hari setelah penandatanganan.

CEO BWA, M. Ichsan Salam, menyata pihaknya tidak hanya hadir dalam rangkaian seremoni, tetapi langsung menggerakkan implementasi program di lapangan bersama unsur terkait.

"Alhamdulillah MoU dan PKS sudah dilaksanakan pada 26 Januari 2026 yang lalu. Kami juga menyaksikan langsung pelantikan Satgas Serang Mengaji pada 06 Februari 2026 dan langsung bergerak menjalankan program percepatan," kata Ichsan dalam keterangan pers dikutip, Selasa, 17 Februari 2026.

Program ini diwujudkan melalui Launching Serang Mengaji dan Gebyar Tarhib Ramadan 1447 Hijriah/2026. Kegiatan tersebut melibatkan lebih dari 15.000 pembaca Alquran dengan konsep one man one juz, berlangsung dari pukul 15.30 hingga 21.00 WIB. Suasana kegiatan digambarkan berlangsung tertib dan penuh semangat kebersamaan dalam menyambut bulan suci.

"Alhamdulillah berjalan lancar, aman, dan penuh kegembiraan dalam menyambut bulan suci Ramadan," jelas Ichsan.


Suasana Launching Serang Mengaji dan Gebyar Tarhib Ramadan 1447 Hijriah/2026. Dokumentasi/ istimewa

Selain penguatan literasi Alquran, kolaborasi juga diperluas ke aksi sosial melalui Program Kolaborasi Kebaikan bertema ‘Kota Serang Peduli Sumatera dan Banten’. Program ini dirancang untuk membuka partisipasi publik dalam membantu warga terdampak bencana di dua wilayah tersebut.

Ichsan menjelaskan sejumlah daerah di Sumatera tengah menghadapi bencana dengan dampak korban jiwa dan kerusakan material yang membutuhkan pemulihan jangka panjang. Di wilayah Banten, khususnya di Kota Serang, beberapa titik juga terdampak cuaca ekstrem dan musibah lain, mulai dari rumah roboh, banjir, angin kencang, hingga kebakaran.

Sebagai respons cepat, penggalangan dana dilakukan melalui infak dan sedekah berbentuk kupon sukarela yang telah teregistrasi untuk menjaga aspek akuntabilitas. Nilai donasi ditetapkan sebesar Rp2.000 untuk masyarakat umum dan Rp5.000 bagi pegawai, perusahaan, serta lembaga.

"Seluruh dana yang terhimpun akan dilaporkan secara akuntabel. Penyaluran akan disesuaikan dengan kebutuhan korban, baik untuk orang dewasa maupun anak-anak," ungkapnya.

Rencana penyaluran bantuan akan dilepas secara resmi oleh Wali Kota Serang bersama unsur penanggulangan bencana daerah, Satgas Serang Mengaji, dan BWA. Skema ini diharapkan mempercepat distribusi sekaligus memastikan bantuan tepat sasaran.

BWA menilai kolaborasi lintas pihak menjadi kunci agar program tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Sinergi pemerintah daerah, lembaga sosial, dan masyarakat diposisikan sebagai fondasi penguatan kepedulian dan ketahanan sosial menghadapi risiko kebencanaan.

Program Serang Mengaji dan Kolaborasi Kebaikan diproyeksikan menjadi model integrasi gerakan keagamaan dan aksi kemanusiaan berbasis komunitas yang berkelanjutan.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Deny Irwanto)