Lomba Sederhana Ukir Senyum Anak-anak Korban Gempa Flores

Senyum mulai kembali terpancar di wajah anak-anak korban gempa di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Metrotvnews.com/Anggi

Lomba Sederhana Ukir Senyum Anak-anak Korban Gempa Flores

Anggi Tondi Martaon • 30 August 2026 10:47

Nagekeo: Senyum mulai kembali terpancar di wajah anak-anak korban gempa di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Duka dan trauma yang membayangi perlahan luruh, tergantikan oleh keriuhan permainan sederhana di area pengungsian, mulai dari bermain balon, lempar bola, hingga gim kelompok.

Anak-anak tampak bersemangat mengikuti setiap instruksi pemandu. Meski permainan digelar seadanya, iming-iming hadiah kecil seperti susu, biskuit, dan mainan membuat mereka tampil sangat serius seolah-olah tengah bertanding di hadapan ribuan pasang mata.

Padahal, "penonton setia" mereka hanya para customer service (CS), teller bank, dan orang tua yang duduk di depan tenda.

Gelak tawa dan sorak sorai penonton makin menyemarakkan suasana. Begitu permainan usai, beragam ekspresi bermunculan. Ada yang bersorak riang menagih hadiah, ada pula yang cemberut karena kalah. Namun, kekecewaan itu tak bertahan lama, mereka yang kalah langsung kembali berbaur dan ikut menyoraki teman lainnya.

Keceriaan ini menjadi obat penawar trauma (trauma healing) yang diberikan tim relawan BRI. Hal tersebut, efektif bagi anak-anak di tengah keterbatasan posko bencana.

Tak hanya anak-anak, kebahagiaan serupa dirasakan para pegawai bank yang bertindak sebagai pemandu acara. Meski sempat canggung di awal, raut cemas mereka berganti menjadi kepuasan saat melihat tawa lepas para pengungsi cilik.

"Awalnya mereka malu-malu, tapi saat kita motivasi akhirnya terbiasa," kata Supervisor YBM BRILiaN Denpasar Zainul F. Akbar, Minggu, 30 Agustus 2026.

Layanan trauma healing diberikan kepada anak-anak dan orang tua di tenda pengungsian korban gempa Flores, NTT. Metrotvnews.com/Anggi

Saat itu, semua yang hadir larut dalam kegembiraan. Sejenak, mereka melupakan bayang-bayang ancaman gempa susulan.

Selain menghadirkan hiburan untuk trauma healing, mereka menyalurkan bantuan logistik untuk melengkapi kebutuhan warga selama mengungsi, seperti selimut, bantal, matras, dan kebutuhan dasar lainnya.

(Achmad Zulfikar Fazli)