Direktur Utama PAM JAYA Arief Nasrudin bersama jajaran melakukan kunjungan ke Waduk Jatiluhur, Purwakarta, Senin, 31 Agustus 2026. (Dok. Istrimewa)
PAM JAYA Pastikan Ketersediaan Air Baku Jatiluhur Aman hingga Akhir 2026
Duta Erlangga • 31 August 2026 20:19
Jakarta: Direktur Utama PAM JAYA Arief Nasrudin bersama jajaran melakukan kunjungan ke Waduk Jatiluhur, Purwakarta, Senin, 31 Agustus 2026. Kunjungan dilakukan untuk memastikan ketersediaan air baku bagi Jakarta selama musim kemarau.
Arief mengatakan kondisi pasokan air baku dari Waduk Jatiluhur masih aman meski tinggi muka air mengalami penurunan.
“Kunjungan hari ini kita ingin memastikan bahwasannya suplai air baku yang dari Jatiluhur dalam kondisi aman walaupun tetap waspada karena penurunan MDPL di angka 96,3 saat ini posisinya,” kata Arief.

Direktur Utama PAM JAYA Arief Nasrudin bersama jajaran melakukan kunjungan ke Waduk Jatiluhur, Purwakarta, Senin, 31 Agustus 2026. (Dok. Istrimewa)
Dalam kunjungan tersebut, Arief didampingi Direktur Pengembangan Usaha Perum Jasa Tirta II (PJT II) Didik Permadi Yoffana dan General Manager Unit Wilayah IV PJT II Anom Soal Herudjito.
Tinggi Muka Air Masih dalam Batas Aman
Didik mengatakan tinggi muka air Waduk Jatiluhur saat ini berada di level 96,34 meter di atas permukaan laut (mdpl). Menurutnya, kondisi tersebut masih aman untuk memenuhi kebutuhan air hingga akhir 2026.
“Secara perkiraan sampai dengan akhir tahun kita bisa memenuhi kebutuhan berikut itu untuk kebutuhan irigasi, kemudian untuk PDAM dan industri dan lainnya,” kata Didik.
Anom mengatakan tinggi muka air saat ini memang berada di bawah batas operasi normal. Namun, batas bawah operasi Waduk Jatiluhur masih berada di level 87,5 mdpl.
“Tapi sesungguhnya batas bawah operasi kita masih di 87,5 (mdpl) jadi dari posisi sekarang masih ada cadangan kita 11 meter ke bawah,” kata Anom.

PAM JAYA memastikan pasokan air baku dari Waduk Jatiluhur masih aman hingga akhir 2026 meski tinggi muka air menurun. (Dok. Istimewa)
Berdasarkan perhitungan PJT II hingga 31 Desember 2026, kapasitas air diperkirakan masih mencapai 3,6 miliar meter kubik.
Dari aliran Sungai Citarum, volume air hingga Desember diperkirakan mencapai 1,97 miliar meter kubik. Sementara sumber air setempat diperkirakan menyumbang 374 juta meter kubik.
“Sehingga balancingnya masih plus 976 juta meter kubik, mungkin itu yang bisa kami sampaikan,” ujar Anom.
PAM JAYA Pantau Sumber Air Lain
Selain Waduk Jatiluhur, PAM JAYA memantau sejumlah sumber air baku lain yang memengaruhi layanan air bersih di Jakarta.
Salah satunya kawasan Hutan Kota 1 yang menghadapi persoalan intrusi air laut. Kondisi tersebut memengaruhi kualitas sumber air, terutama untuk wilayah Jakarta Barat.
Arief mengatakan kadar total dissolved solids (TDS) di kawasan tersebut telah berada di atas 2.000.
“Intrusi air laut di Hutan Kota 1 itu memang sudah masuk. Jadi TDS kita sudah di atas 2000. Dan itu yang menjadi salah satu hambatan untuk Barat Jakarta,” ujar Arief.
Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, PAM JAYA melakukan rekayasa saluran agar distribusi sumber air dapat diseimbangkan.