Kapan Sujud Sahwi Dilakukan? Simak Bacaan dan Tata Caranya

Ilustrasi freepik

Kapan Sujud Sahwi Dilakukan? Simak Bacaan dan Tata Caranya

Putri Purnama Sari • 27 August 2026 04:32

Jakarta: Sujud sahwi merupakan salah satu amalan yang dilakukan ketika seseorang lupa atau melakukan kekeliruan dalam salat. Sujud ini menjadi bagian dari penyempurna salat ketika terjadi hal yang terlupa, seperti lupa melakukan tasyahud awal atau ragu mengenai jumlah rakaat.

Secara bahasa, sahwi berarti lupa atau lalai. Karena itu, sujud sahwi dilakukan sebagai bentuk penyempurnaan salat ketika seseorang mengalami lupa atau kekeliruan tertentu dalam pelaksanaannya.

Bacaan Sujud Sahwi

Salah satu bacaan yang banyak dikenal dan digunakan sebagian umat Islam ketika melakukan sujud sahwi adalah:

Subhana man la yanamu wa la yashu.

Artinya: “Mahasuci Zat yang tidak tidur dan tidak lupa.”

Namun, bacaan tersebut tidak memiliki dasar hadis sahih yang secara khusus menetapkannya sebagai doa sujud sahwi.

Pada dasarnya, bacaan ketika sujud sahwi dapat menggunakan bacaan sujud sebagaimana dalam salat, yaitu:

Subhana rabbiyal-a‘la.

Artinya: “Mahasuci Tuhanku Yang Mahatinggi.”

Kapan Sujud Sahwi Dilakukan?

Sujud sahwi dilakukan ketika seseorang mengalami lupa atau keraguan dalam salat yang termasuk perkara yang dapat diperbaiki dengan sujud sahwi.

Salah satu contohnya adalah ketika seseorang lupa melakukan tasyahud awal dan sudah berdiri untuk melanjutkan rakaat berikutnya.

Sujud sahwi juga dapat dilakukan ketika seseorang ragu mengenai jumlah rakaat yang telah dikerjakan. Dalam kondisi tersebut, terdapat ketentuan yang perlu diperhatikan sesuai dengan keadaan keraguan yang dialami.

Rasulullah saw. juga mengajarkan sujud sahwi ketika terjadi kekeliruan dalam salat. Dalam hadis yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim, Nabi Muhammad saw. pernah melakukan sujud sahwi setelah salam ketika mengalami lupa dalam salat.

Tata Cara Sujud Sahwi

Secara umum, sujud sahwi dilakukan sebanyak dua kali sujud. Gerakannya menyerupai sujud dalam salat. Jika sujud sahwi dilakukan sebelum salam, pelaksanaannya dapat dilakukan setelah menyelesaikan tasyahud akhir. Seseorang kemudian bertakbir dan melakukan sujud pertama.

Setelah bangkit dari sujud pertama, dilakukan duduk di antara dua sujud, kemudian dilanjutkan dengan sujud kedua. Setelah itu, kembali ke posisi duduk dan mengakhiri salat dengan salam.

Dalam praktiknya, terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama mengenai waktu pelaksanaan sujud sahwi, yaitu sebelum atau sesudah salam. Perbedaan tersebut didasarkan pada sejumlah hadis Nabi Muhammad saw. yang menjelaskan praktik sujud sahwi dalam keadaan yang berbeda.

Sujud Sahwi Ketika Lupa dalam Salat

Lupa ketika melaksanakan salat merupakan hal yang dapat dialami siapa saja. Ketika mengalaminya, seseorang tidak selalu harus membatalkan salat. Terdapat ketentuan tertentu untuk memperbaiki kekeliruan tersebut, salah satunya melalui sujud sahwi.

Misalnya, seseorang lupa melakukan tasyahud awal dan sudah berdiri untuk melanjutkan rakaat berikutnya. Dalam kondisi tersebut, ia tidak perlu kembali duduk untuk melakukan tasyahud awal, tetapi dapat melanjutkan salat hingga selesai dan melakukan sujud sahwi.

Sementara itu, apabila seseorang ragu mengenai jumlah rakaat yang telah dikerjakan, Nabi Muhammad saw. mengajarkan untuk mengambil jumlah rakaat yang paling diyakini. Setelah itu, salat disempurnakan dan diakhiri dengan sujud sahwi.

Sujud sahwi menunjukkan adanya tata cara yang diajarkan dalam syariat untuk memperbaiki kekeliruan akibat lupa dalam salat. Oleh karena itu, umat Islam penting memahami bacaan sujud sahwi, kapan sujud sahwi dilakukan, serta tata cara pelaksanaannya.

(Siti Nahdia Usman)

(Putri Purnama Sari)