Politikus senior Golkar Azis Samual. Foto: Istimewa.
Pemerintah Diyakini Mampu Melewati Tantangan Ekonomi
Arga Sumantri • 10 June 2026 18:24
Jakarta: Situasi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dinilai harus disikapi secara jernih dan obyektif. Kondisi rupiah saat ini sebagian besar dipengaruhi faktor eksternal, yaitu pergeseran dan ketidakpastian geopolitik global yang sedang bergejolak.
"Pemerintah saat ini telah dan sedang bekerja keras dengan sungguh-sungguh untuk memitigasi dampak dari dinamika global tersebut demi memulihkan stabilitas ekonomi nasional," kata politikus Golkar Azis Samual dalam keterangannya, Rabu, 10 Juni 2026.
Azis mengapresiasi ketegasan Presiden Prabowo Subianto yang tanpa kompromi dalam memberantas korupsi. Langkah konkret ini dinilai jadi fondasi utama untuk membangun kepercayaan pasar terhadap kebijakan pemerintah.
"Ini adalah bukti sahih bahwa pemerintahan Prabowo Subianto menerapkan prinsip _Zero Tolerance_ terhadap korupsi. Hukum ditegakkan tanpa pandang bulu," tegas Azis.

Ilustrasi. Foto: MI/Pius Erlangga.
Diversifikasi APBN melalui ekspor
Azis mendukung penuh kebijakan strategis pemerintah dalam melakukan diversifikasi sumber-sumber APBN. Penerbitan regulasi ekspor Sumber Daya Alam (SDA) melalui Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) adalah langkah yang sangat tepat."Kehadiran DSI dirancang justru untuk menekan kebocoran tersebut, mengoptimalkan penerimaan devisa negara sebagai sumber APBN nonpajak, dan mengembalikan kekayaan alam untuk kemakmuran rakyat", kata Azis.
Menghadapi situasi ekonomi yang penuh tantangan saat ini, Azis mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk tetap tenang dan rasional. Jangan mudah terprovokasi oleh kelompok-kelompok yang ingin memancing di air keruh, atau pihak-pihak yang sengaja mau memanfaatkan situasi ini demi menciptakan instabilitas nasional.
"Saya optimistis, dengan ketegasan hukum, pembenahan tata kelola komoditas, dan soliditas seluruh rakyat, pemerintah akan mampu melewati tantangan ekonomi saat ini. Pertumbuhan yang inklusif dan pemerataan ekonomi demi kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia pasti dapat kita wujudkan", ungkap dia.