James Riady: AI, Perumahan, dan Pariwisata Jadi Peluang Pertumbuhan

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana dan Wakil Ketua Umum Koordinator Kadin Indonesia James Riady. Foto: dok Kadin.

James Riady: AI, Perumahan, dan Pariwisata Jadi Peluang Pertumbuhan

Ade Hapsari Lestarini • 11 September 2026 20:05

Jakarta: Wakil Ketua Umum Koordinator Kadin Indonesia James Riady menilai terdapat tiga sektor yang berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia, yakni kecerdasan buatan (AI) dan teknologi, perumahan, serta pariwisata.

James mengatakan, Indonesia tengah mencatatkan kemajuan di bidang pendidikan, layanan kesehatan, keterampilan, dan produktivitas. Namun, kondisi tersebut masih dihadapkan pada biaya modal (cost of capital) yang tinggi dan ruang fiskal pemerintah yang terbatas.

Menurut dia, pembangunan infrastruktur fisik tetap diperlukan meskipun membutuhkan biaya besar dan waktu yang panjang. Di sisi lain, pengembangan sumber daya manusia (SDM) juga menjadi investasi penting dalam jangka panjang.

"Pengembangan sumber daya manusia (human capital) bahkan lebih penting. Namun seluruh hal itu merupakan investasi jangka panjang,” ujar James dalam Kadin Diplomatic Economic Breakfast di Kementerian Pariwisata, Jakarta, Jumat, 11 September 2026.

James juga menilai tata kelola menjadi fondasi penting dalam mendorong investasi dan daya saing. Hal tersebut mencakup aspek hukum pertanahan, ketenagakerjaan, kepailitan, penjaminan hak tanggungan (mortgage), perizinan, hingga kepastian hukum.

"Seluruh isu ini berdampak langsung pada investasi dan daya saing, yang membutuhkan reformasi berkelanjutan. Jika Indonesia ingin mengakselerasi pertumbuhan secara signifikan, kita juga harus mengidentifikasi sektor-sektor yang dapat bergerak lebih cepat," jelas James.
 




Wakil Ketua Umum Koordinator Kadin Indonesia James Riady. Foto: dok Kadin.
 

Tiga peluang pertumbuhan

 

1. AI dan teknologi


James melihat investasi di sektor energi, pusat data (data center), infrastruktur komputasi, dan aplikasi terus berkembang. Menurut dia, Indonesia perlu mengambil peran dalam rantai nilai AI dan tidak hanya menjadi pengguna teknologi.

"Kita harus berperan aktif dalam seluruh rantai nilai, mulai dari penyediaan energi dan infrastruktur komputasi hingga pengembangan aplikasi dan inovasi," kata dia.

Menurut James, penguatan ekosistem tersebut dapat membuka peluang bagi Indonesia untuk memperoleh nilai tambah dari perkembangan teknologi AI.
 

2. Perumahan


James menambahkan, sektor perumahan telah ditetapkan Presiden Prabowo Subianto sebagai salah satu prioritas nasional.

Menurut dia, pembangunan perumahan memiliki efek pengganda karena melibatkan berbagai sektor, mulai dari penciptaan lapangan kerja, industri material bangunan, pembiayaan, infrastruktur, hingga konsumsi rumah tangga.

Dengan keterkaitan tersebut, pengembangan perumahan dinilai tidak hanya berkaitan dengan penyediaan hunian, tetapi juga berpotensi menggerakkan aktivitas ekonomi di berbagai sektor.
 

3. Pariwisata


James menilai pariwisata memiliki potensi karena Indonesia telah memiliki banyak aset alam dan budaya yang dapat dikembangkan menjadi kegiatan ekonomi.

Potensi tersebut antara lain pantai, laut, lokasi menyelam, ombak untuk selancar, gunung berapi, hutan, budaya, kuliner, serta masyarakat yang menjadi bagian dari pengalaman wisata.

"Tantangan kita terletak pada konversi. Bagaimana kita mengonversi keindahan alam menjadi aksesibilitas? Aksesibilitas menjadi pengalaman, pengalaman menjadi pembelanjaan (spending), pembelanjaan menjadi investasi, dan investasi menjadi kemakmuran," tutur dia.

Menurut James, tantangan utama sektor pariwisata bukan semata ketersediaan aset, melainkan bagaimana mengembangkan aksesibilitas dan pengalaman wisata sehingga menciptakan aktivitas ekonomi yang lebih besar.

(Ade Hapsari Lestarini)