Doa Pengusir Ular Kobra Lengkap Arab, Latin, dan Artinya

Ilustrasi: Wild Life Photography/Pexels

Doa Pengusir Ular Kobra Lengkap Arab, Latin, dan Artinya

Riza Aslam Khaeron • 11 September 2026 07:00

Jakarta: Kemunculan ular di sekitar rumah atau permukiman dapat menimbulkan kekhawatiran masyarakat, terlebih apabila jenis yang ditemukan merupakan ular berbisa mematikan seperti kobra. Potensi perjumpaan dengan ular umumnya meningkat ketika habitat aslinya terganggu atau saat hewan tersebut keluar dari area semak, rawa, sawah, serta aliran sungai menuju tempat tinggal manusia.
 
Pada musim hujan, ular berbisa maupun tidak berbisa kerap berpindah tempat menuju kawasan permukiman yang lebih kering dan hangat. Oleh karena itu, masyarakat dianjurkan untuk selalu meningkatkan kewaspadaan di lingkungan sekitar.

Selain melakukan langkah keselamatan secara fisik, umat Islam dianjurkan untuk memohon perlindungan kepada Allah Swt. dari bahaya ular dan hewan liar lainnya melalui doa. Laman NU Online memuat salah satu bacaan doa yang dapat diamalkan untuk memohon perlindungan dari gangguan ular, termasuk ular kobra.

Berikut adalah doa untuk mengusir ular kobra dan memohon perlindungan dari bahaya ular, lengkap dalam tulisan Arab, latin, dan artinya.
 

Doa Pengusir Ular Kobra

Doa berikut dikutip NU Online dari kitab Maslakul Akhyar karya Sayid Utsman bin Yahya:



Ya ardhu, rabbi wa rabbukillah. A'udzu billahi min syarriki, wa syarrima fiki, wa syarrima yadibbu 'alaiki. A'udzu billahi min asadin wa aswadin wa hayyatin wa 'aqrabin wa min syarri walidin wa ma walad wa min syarri sakinil balad.

Artinya: “Hai bumi, Tuhanku dan Tuhanmu adalah Allah. Aku berlindung kepada Allah dari kejahatanmu, kejahatan barang yang ada padamu, dan kejahatan barang yang berjalan di atasmu. Aku berlindung kepada Allah dari macan, ular hitam, segala ular, kalajengking, dari kejahatan segala yang beranak dan yang diperanakkan, serta dari kejahatan yang berdiam di tempat ini.”
 

Pertolongan Pertama Jika Digigit Ular

Apabila seseorang digigit ular yang diduga berbisa, langkah pertolongan pertama yang harus segera dilakukan adalah menjauhkan korban dari lokasi keberadaan ular, menenangkannya agar tidak banyak bergerak, serta membawanya ke fasilitas kesehatan secepat mungkin untuk penanganan medis.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan agar korban sebisa mungkin dibuat tidak bergerak (imobilisasi) dan bagian tubuh yang tergigit dipasangi penyangga. Selain itu, cincin, gelang, atau pakaian ketat di sekitar area gigitan sebaiknya segera dilepas sebelum timbul pembengkakan.

Korban harus segera dibawa ke fasilitas pelayanan kesehatan. Pemberian antibisa atau antivenom merupakan terapi utama yang efektif untuk mencegah serta membalikkan sebagian besar dampak berbahaya akibat racun bisa ular.

Sebaliknya, WHO tidak menganjurkan beberapa cara pertolongan tradisional yang justru berisiko, seperti:
  • mengikat anggota tubuh dengan torniket (tourniquet) yang sangat ketat;
  • menyayat atau memotong bekas luka gigitan;
  • mengisap bisa langsung dari luka;
  • memberikan ramuan atau pengobatan tradisional yang belum teruji secara medis;
  • membuang waktu untuk mengejar atau menangkap ular.
Cara-cara tersebut sangat berbahaya karena dapat memperparah luka sekaligus menunda korban memperoleh penanganan medis yang tepat.

WHO juga menyarankan untuk tidak mencoba mencari, menangkap, atau membunuh ular setelah terjadi gigitan, terutama apabila tindakan tersebut dapat memicu risiko gigitan tambahan atau memperlambat proses evakuasi korban.
 
Dengan demikian, membaca doa pengusir ular kobra merupakan ikhtiar batiniah dalam memohon perlindungan kepada Allah Swt. Namun, doa tersebut harus senantiasa disertai dengan langkah keselamatan nyata, seperti menjaga kebersihan lingkungan, menghindari kontak dengan ular, serta segera mencari pertolongan medis apabila terjadi gigitan.

(Riza Aslam Khaeron)