Ilustrasi pejalan kaki menerobos hujan deras menggunakan jasa ojek payung di Jalan Thamrin, Jakarta. (MI/Usman Iskandar)
Prakiraan Cuaca BMKG 11–17 September 2026, Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah
Riza Aslam Khaeron • 13 September 2026 10:58
Jakarta: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis informasi potensi hujan pada11–17 September 2026 melalui kanal YouTube Info BMKG. Meskipun sebagian besar wilayah Indonesia masih mengalami musim kemarau, hujan tetap berpotensi terjadi di sejumlah wilayah.
Berdasarkan analisis perkembangan musim kemarau dasarian III Agustus 2026, sekitar 81,1 persen wilayah Indonesia atau 567 zona musim berada dalam periode musim kemarau. Kondisi kemarau juga disertai potensi kebakaran hutan dan lahan. BMKG memprakirakan Fire Weather Index (FWI) berada dalam kategori tinggi hingga sangat tinggi pada periode 11–17 September 2026.
Potensi tersebut terutama terjadi di Sumatra bagian timur, tengah, hingga selatan, sebagian besar Jawa, Kalimantan bagian tengah hingga selatan, sebagian besar Sulawesi, Maluku, Maluku Utara, serta Papua bagian barat dan selatan.
Meskipun kondisi kering masih mendominasi, hujan tetap berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Indonesia pada 11–17 September 2026.
Wilayah yang berpotensi mengalami hujan meliputi sebagian Sumatra, Banten, Jawa Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Barat, Papua Pegunungan, dan Papua. Potensi hujan tersebut dipengaruhi dinamika atmosfer regional dan lokal yang masih mendukung pertumbuhan awan hujan.
Beberapa faktor yang berpengaruh antara lain gelombang Rossby ekuatorial, gelombang Kelvin, serta daerah perlambatan dan pertemuan angin di sejumlah wilayah Indonesia. Kondisi atmosfer diperkirakan cukup labil, terutama di sebagian Sumatra dan Papua.
Faktor konvektif lokal juga dapat memberikan pengaruh terhadap pembentukan awan hujan meskipun Indonesia masih berada dalam musim kemarau.
Prakiraan Cuaca 11–13 September 2026
.jpg)
Ilustrasi: Md Nadim Mahmud/Pexels
Pada periode 11–13 September 2026, cuaca di Indonesia secara umum diprakirakan didominasi kondisi berawan hingga hujan sedang. BMKG meminta masyarakat meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi hujan lebat hingga sangat lebat, terutama di Aceh dan Sumatra Utara.
Selain hujan, potensi angin kencang perlu diwaspadai di sejumlah wilayah berikut:
- Nusa Tenggara Timur
- Kalimantan Barat
- Kalimantan Tengah
- Kalimantan Selatan
- Sulawesi Utara
- Sulawesi Selatan
- Sulawesi Barat
- Maluku Utara
- Maluku
- Papua Barat Daya
- Papua Selatan
Prakiraan Cuaca 14–17 September 2026
Memasuki periode 14–17 September 2026, cuaca di Indonesia umumnya diprakirakan cerah berawan hingga hujan sedang. Akan tetapi, potensi hujan lebat hingga sangat lebat masih perlu diwaspadai di Aceh. Sementara itu, potensi angin kencang diprakirakan terjadi di Banten, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Maluku, Maluku Utara, Papua Barat, dan Papua Selatan.Titik Panas Masih Terpantau
Di tengah kondisi kemarau, BMKG masih memantau titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi dalam 10 hari terakhir. Kalimantan Tengah mencatat akumulasi titik panas tertinggi sebanyak 2.526 titik. Kemudian, Kalimantan Barat sebanyak 2.102 titik, Sumatra Selatan 1.180 titik, dan Papua Selatan 570 titik.Sebaran asap juga terdeteksi di Sumatra Barat, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Papua Pegunungan, Papua Tengah, dan Papua Selatan. Kondisi cuaca yang kering dan suhu udara tinggi perlu menjadi perhatian karena dapat meningkatkan potensi kebakaran hutan dan lahan serta menurunkan kualitas udara.
Menghadapi musim kemarau, BMKG mengimbau masyarakat tetap menjaga kesehatan, menghemat penggunaan air, serta tidak melakukan pembakaran lahan maupun sampah. Masyarakat juga diimbau terus memantau informasi cuaca dan peringatan dini melalui aplikasi Info BMKG, laman resmi BMKG, serta media sosial @infoBMKG.
(Siti Nahdia Usman)