Ketua Parlemen Iran: Implementasi MoU dengan AS Sulit, Namun Tetap Mungkin

Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf. (EPA)

Ketua Parlemen Iran: Implementasi MoU dengan AS Sulit, Namun Tetap Mungkin

Muhammad Reyhansyah • 6 July 2026 10:53

Teheran: Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menyatakan implementasi nota kesepahaman (MoU) antara Iran dan Amerika Serikat (AS) memang tidak mudah, namun tetap memungkinkan untuk dijalankan.

Menurut laporan Iranian Students News Agency (ISNA), Ghalibaf menyampaikan hal tersebut saat bertemu Ketua Dewan Kepemimpinan Hamas Mohammed Darwish di sela-sela rangkaian penghormatan terakhir bagi mendiang Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei di Teheran.

“Hal itu hanya dapat terwujud ketika negara tetap sepenuhnya siap untuk bertahan di saat diplomasi berjalan,” kata Ghalibaf, dikutip dari TRT World, Senin, 6 Juli 2026. 

Ghalibaf, yang memimpin perundingan dengan Washington, mengatakan diplomasi harus mampu mengakhiri kebuntuan militer tanpa mengorbankan apa yang disebutnya sebagai capaian pihak-pihak yang bersekutu dengan Iran.

Menurut dia, tujuan tersebut hanya dapat dicapai apabila kesiapan pertahanan tetap berjalan beriringan dengan proses diplomasi.

Ghalibaf juga mengungkapkan perundingan sempat terhenti ketika Israel melancarkan serangan ke kawasan Dahiyeh di Beirut selatan.

Ia mengatakan Teheran meminta agar nota kesepahaman memuat klausul mengenai penghormatan terhadap integritas wilayah negara-negara di kawasan serta penghentian perang terhadap sekutu-sekutu regional Iran.

“Klausul itu ditambahkan ke dalam naskah. Kini nota kesepahaman tersebut sedang diimplementasikan. Pelaksanaannya sulit tetapi mungkin,” ujarnya. 

Menurut Ghalibaf, ketentuan tersebut akhirnya dimasukkan ke dalam dokumen kesepahaman yang kini mulai diimplementasikan.

Nota kesepahaman yang dimediasi Pakistan itu disusun setelah hampir tiga pekan konflik antara Iran dan aliansi Amerika Serikat-Israel. Dokumen tersebut mencakup kerangka penghentian permusuhan, pemulihan keamanan pelayaran di Selat Hormuz, serta penghentian operasi militer di sejumlah front, termasuk Lebanon.

Baca juga:  Hormati Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei, Trump Tunda Negosiasi dengan Iran

(Willy Haryono)