Abdul el Sayed memenangkan pemilu pendahuluan Partai Demokrat untuk maju ke kursi Senat AS. Foto: The New York Times
Politikus Muslim AS Abdul el-Sayed Menangkan Pemilu Pendahuluan, Buka Peluang jadi Senator
Fajar Nugraha • 6 August 2026 05:49
Michigan: Abdul El-Sayed secara mengejutkan memenangkan pertarungan sengit dalam pemilihan pendahuluan Senat Partai Demokrat di Michigan, Amerika Serikat (AS) dengan mengamankan nominasi dalam persaingan ketat melawan anggota DPR Haley Stevens.
Kemenangan ini sekaligus menjadi pijakan penting bagi kelompok kiri progresif yang sedang bergerak maju dalam siklus pemilihan paruh waktu kali ini.
El-Sayed berhasil mengatasi gempuran dana pihak luar yang mencapai hampir USD65 juta serta dukungan kubu mapan partai yang berpihak pada Stevens. Gubernur populer Gretchen Whitmer memberikan dukungannya kepada Stevens pada akhir bulan lalu—sebuah langkah yang dipandang sebagai upaya terakhir untuk membendung laju El-Sayed yang kian menguat.
El-Sayed, mantan pejabat kesehatan masyarakat, selanjutnya akan menghadapi mantan anggota DPR Mike Rogers, yang mengamankan nominasi Partai Republik tanpa lawan pada hari Selasa. Pertarungan mereka pada bulan November diperkirakan akan menjadi salah satu yang paling sengit di tingkat nasional, dan dapat menentukan partai mana yang akan menguasai Senat.
Pemenang pemilihan ini akan menggantikan Senator Gary Peters, seorang politisi Demokrat yang memutuskan untuk tidak mencalonkan diri kembali untuk masa jabatan ketiga dan sempat mendukung Stevens dalam pemilihan pendahuluan.
Stevens mengakui kekalahannya pada Rabu pagi dan menyatakan melalui unggahan di X bahwa ia telah menelepon El-Sayed untuk "menyatakan dukungan penuh saya kepadanya."
Dalam pernyataan terpisah, ia mengucapkan selamat kepada El-Sayed dan menyerukan persatuan partai.
"Kita harus memenangkan kursi Senat ini, karena Elissa Slotkin layak memiliki rekan seperti Abdul di Senat AS," ujar Stevens, seperti dikutip dari NBC News, Kamis 6 Agustus 2026.
Stevens menambahkan bahwa ia akan "berjuang sekuat tenaga di sisa masa pemilihan ini untuk memastikan kemenangan kandidat Demokrat di semua tingkatan, memastikan kita mampu melawan Trump, menghentikan pemangkasan anggaran layanan kesehatan yang dilakukannya, mengatasi krisis keterjangkauan biaya hidup, serta memastikan aspirasi para pelaku industri manufaktur kita didengar di pusat kekuasaan."
Partai Republik saat ini menguasai 53 kursi di Senat, dan Partai Demokrat berupaya merebut kursi di sejumlah negara bagian yang selama ini menjadi basis Republik (red states) demi membalikkan keadaan dan meraih empat kursi tambahan yang dibutuhkan untuk menguasai mayoritas. Namun, Demokrat juga harus mempertahankan kursi mereka di beberapa negara bagian yang menjadi medan pertempuran sengit (battleground states), termasuk Georgia dan Michigan.
Dalam sebuah wawancara pada Rabu pagi di acara MS NOW, El-Sayed mengatakan bahwa "baik Anggota Kongres Stevens maupun saya telah berkomitmen untuk menyatukan kembali partai."
"Kami memahami bahwa ia masih ingin mempertahankan jalurnya sendiri," ujar El-Sayed.
“Kami berfokus mencari cara untuk menyatukan partai demi mengalahkan Mike Rogers pada bulan November,” imbuh El-Sayed.
Dalam wawancara terpisah di acara “CBS Mornings,” El-Sayed juga berfokus menyatukan para pendukungnya dan pendukung Stevens.
“Ada banyak proses pemulihan yang harus dilalui setelah pemilihan pendahuluan yang sengit seperti ini, namun saya telah mengatakan bahwa ini adalah gerakan terbuka yang besar,” ujar El-Sayed.
Presiden Donald Trump—yang dukungannya di awal masa pencalonan turut memuluskan jalan Rogers dalam pemilihan pendahuluan Partai Republik—memenangkan Michigan pada tahun 2016 dan 2024, namun kalah dari Joe Biden pada tahun 2020.
Trump menanggapi kiprah El-Sayed dalam pemilihan pendahuluan tersebut saat wawancara di Fox News pada Selasa malam, dengan mengklaim bahwa kandidat yang didukung oleh Democratic Socialists of America (DSA) atau anggotanya akan “menghancurkan negara kita.”
“Jika Anda pergi ke kota-kota yang dikuasai oleh kaum sosialis dan komunis, tempat-tempat itu selalu kotor dan kumuh. Sungguh menjijikkan,” klaim Trump dalam wawancara itu. Ia menambahkan, “Selain masalah kriminalitas dan berbagai persoalan lainnya -tidak ada lapangan kerja, tidak ada apa-apa, tidak ada uang,- kota-kota itu selalu kotor, menjijikkan, dan kumuh; itulah yang akan Anda dapatkan.”
El-Sayed tidak mendapatkan dukungan resmi dari DSA, namun sejumlah legislator sosialis demokratis seperti anggota DPR Alexandria Ocasio-Cortez (Demokrat-New York) dan Senator Bernie Sanders (Independen-Vermont) telah berkampanye untuknya. El-Sayed pernah mengatakan kepada *The Wall Street Journal* bahwa ia “secara teknis maupun praktis bukan bagian dari DSA.”
Rogers dan petinggi Partai Republik di tingkat nasional telah mengisyaratkan bahwa mereka menganggap El-Sayed sebagai lawan yang lebih mudah dikalahkan dibandingkan Stevens. National Republican Senatorial Committee bahkan membuat iklan digital yang menyoroti rekam jejak progresif El-Sayed serta dukungan dari Sanders—sebuah langkah yang oleh banyak pihak dipandang sebagai upaya untuk memuluskan jalannya menuju pemilihan umum.
Trump mengatakan kepada Fox News pada hari Selasa bahwa menurutnya Rogers akan “mendapatkan hasil jauh lebih baik saat melawan Abdul dibandingkan saat melawan anggota kongres perempuan tersebut.”
Sanders dan Ocasio-Cortez gencar berkampanye di negara bagian tersebut untuk mendukung El-Sayed, yang mengusung agenda utama berupa “Medicare for All” (layanan kesehatan untuk semua), penentangan terhadap pengaruh uang dalam politik, serta kritik terhadap Stevens terkait dukungannya terhadap bantuan untuk Israel.
Pemilihan pendahuluan ini dipandang sebagai ujian untuk melihat apakah gerakan populis yang muncul dari kalangan luar arus utama -,yang sebelumnya telah meraih kemenangan di negara-negara bagian yang menjadi basis kuat Demokrat (seperti New York dan Colorado),- dapat mengakar di wilayah medan pertarungan sengit yang memiliki peta suara campuran di kawasan industri Midwest.
Seperti halnya politisi Demokrat lain yang dalam beberapa tahun terakhir berupaya menggeser haluan partai ke arah kiri, El-Sayed menuduh Israel melakukan genosida terhadap warga Palestina di Gaza. Posisi ini sangat relevan di Michigan, mengingat besarnya populasi Muslim dan warga Amerika keturunan Arab di negara bagian tersebut.
El-Sayed juga kerap melontarkan kritik tajam terhadap Stevens terkait dana yang diterimanya dari PAC (komite aksi politik) perusahaan serta dukungan iklan televisi dari sekutu-sekutu yang menggelontorkan dana besar—termasuk lebih dari USD30 juta dolar dari kelompok yang berafiliasi dengan American Israel Public Affairs Committee (AIPAC), sebuah kelompok pro-Israel yang sangat berpengaruh.