Presiden Prabowo Instruksikan Penanganan Bencana Cepat dan Terpadu

Presiden Prabowo Subianto. Foto: Dok. Antara.

Presiden Prabowo Instruksikan Penanganan Bencana Cepat dan Terpadu

Fachri Audhia Hafiez • 24 August 2026 10:23

Jakarta: Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan agar seluruh penanganan bencana dilaksanakan secara cepat dan terpadu. Kepala Negara meminta seluruh instansi terkait memastikan setiap bantuan yang disalurkan sampai ke masyarakat.

"Arahan Presiden Prabowo sangat jelas, penanganan harus dilakukan secara cepat dan terpadu serta setiap unsur harus pastikan bantuan logistik benar-benar sampai dan diterima masyarakat yang membutuhkan," ujar Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya dalam keterangan tertulis di Jakarta, dilansir Antara, Senin, 24 Agustus 2026.
 


Sebagai wujud respons cepat, pemerintah kembali menerbangkan enam pesawat milik TNI Angkatan Udara (TNI AU) pada Senin dini hari, pukul 04.30 WIB. Armada udara tersebut dikerahkan untuk menyalurkan bantuan logistik dan peralatan ke wilayah terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT) serta lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan.

Tiga pesawat bergerak menuju NTT dengan tujuan Labuan Bajo dan Maumere. Armada ini membawa 31 ton logistik siap makan seperti biskuit, wafer, protein bar, roti, kebutuhan pangan lainnya, hingga mainan anak-anak guna mendukung upaya pemulihan trauma.


Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengecek bantuan sebelum dikirim ke Nusa Tenggara Timur dan Kalimantan di Lanud Halim Perdanakusama, Jakarta. ANTARA/HO-BPMI Sekretariat Presiden.

Sementara itu, tiga pesawat TNI AU lainnya diterbangkan menuju Pontianak, Palangka Raya, dan Banjarmasin. Pengiriman ini mengangkut 500 unit mesin pompa air beserta selang pemadam sepanjang satu kilometer per unit, yang merupakan bagian dari komitmen pengiriman 2.000 unit pompa air secara bertahap untuk memadamkan api di kawasan lahan gambut Kalimantan.

Teddy menegaskan bahwa pengiriman bantuan secara masif ini membuktikan komitmen pemerintah untuk tidak membiarkan warga berjuang sendiri di tengah situasi sulit. "Pemerintah memastikan masyarakat terdampak tidak berjalan sendiri. Kita hadir dan membersamai mereka," kata Teddy.

(Fachri Audhia Hafiez)