Aktivitas jasa pertambangan PPRE. Foto: dok PPRE.
PPRE Raih Kontrak Baru Rp1,5 Triliun, Pertambangan dan Konstruksi Mendominasi
Husen Miftahudin • 19 August 2026 19:52
Jakarta: PT PP Presisi Tbk (PPRE) mencatatkan kontrak baru senilai Rp1,5 triliun hingga triwulan II-2026. Perolehan kontrak tersebut didominasi segmen jasa pertambangan dan konstruksi dengan kontribusi sebesar 97 persen.
Perolehan kontrak baru tersebut memperkuat posisi PPRE sebagai perusahaan jasa pertambangan dan konstruksi berbasis alat berat. Perseroan juga terus menjajaki peluang kemitraan strategis untuk memperluas cakupan bisnis, khususnya di sektor pertambangan.
Sejalan dengan pertumbuhan kontrak baru, PPRE membukukan pendapatan konsolidasian sebesar Rp2,2 triliun hingga Juni 2026. Angka tersebut tumbuh 35 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp1,6 triliun.
Pertumbuhan pendapatan mencerminkan aktivitas operasional perseroan yang tetap terjaga sekaligus memperkuat bisnis utama di tengah dinamika industri jasa pertambangan dan konstruksi.
Segmen pertambangan dan konstruksi menjadi kontributor terbesar terhadap pendapatan PPRE dengan porsi mencapai 97,3 persen hingga Juni 2026. Komposisi tersebut menunjukkan konsistensi perseroan dalam menjalankan fokus bisnis utama sekaligus memperkuat kapabilitas di sektor jasa pertambangan dan konstruksi.
.jpeg)
(Karyawan PPRE. Foto: dok PPRE)
Rugi tahun berjalan turun 93,4%
Dari sisi profitabilitas, PPRE mencatatkan perbaikan kinerja hingga Juni 2026. Rugi tahun berjalan berhasil ditekan sekitar 93,4 persen menjadi Rp88,6 miliar, dibandingkan rugi pada 2025 sebesar Rp1,3 triliun.
Perbaikan tersebut sejalan dengan langkah perseroan memperkuat fundamental dan meningkatkan efisiensi operasional. Kinerja itu turut didukung penurunan beban penurunan nilai dari Rp656 miliar pada 2025 menjadi Rp57,9 miliar hingga Juni 2026.
Sementara itu, beban keuangan tercatat sebesar Rp167,7 miliar, lebih rendah dibandingkan Rp171,4 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Direktur Utama PPRE Rizki Dianugrah mengatakan pertumbuhan pendapatan dan penurunan rugi menjadi pijakan perseroan untuk memperkuat fundamental serta meningkatkan kualitas kinerja.
"Pertumbuhan pendapatan menunjukkan aktivitas operasional PPRE tetap terjaga. Penurunan rugi juga menjadi perkembangan positif dalam proses penguatan fundamental PPRE. Ke depan, kami fokus pada efisiensi, produktivitas, optimalisasi aset, serta peningkatan kualitas dan profitabilitas proyek," ujar Rizki dalam keterangan tertulis, Rabu, 19 Agustus 2026.
Sementara itu, Vice President Corporate Secretary PT PP Presisi Tbk Mei Elsa Kembaren menegaskan komitmen perseroan menjaga transparansi dan akuntabilitas dalam menyampaikan perkembangan kinerja kepada pemegang saham dan pemangku kepentingan.
"Capaian semester I-2026 menjadi bagian dari proses penguatan PPRE menuju kinerja yang lebih sehat dan berkelanjutan. Kami akan terus menjaga tata kelola, disiplin pengelolaan keuangan, serta kualitas operasional perseroan," ujar Mei.
Ke depan, PPRE akan memperkuat kapabilitas di sektor jasa pertambangan dan konstruksi, mengoptimalkan aset dan portofolio proyek, serta meningkatkan efisiensi. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya perseroan mewujudkan visi sebagai perusahaan jasa pertambangan dan konstruksi yang terkemuka di Indonesia.