Kabut Asap Makin Pekat, Bandara Singkawang Hentikan Semua Penerbangan

Bandara Singkawang, Kalbar (ANTARA/Narwati)

Kabut Asap Makin Pekat, Bandara Singkawang Hentikan Semua Penerbangan

Lukman Diah Sari • 21 August 2026 11:49

Singkawang: Seluruh penerbangan dari dan menuju Bandara Singkawang, Kalimantan Barat, hari ini Jumat, 21 Agustus 2026, dihentikan sementara akibat kabut asap yang kian menebal. Kepala Satuan Pelayanan Bandara Singkawang, Ilham Hafizi, mengatakan langkah tersebut diambil demi mengutamakan keselamatan penumpang, kru, dan pesawat.

“Untuk hari ini, jadwal semua penerbangan terpaksa dibatalkan. Bahkan maskapai Super Air Jet membatalkan penerbangan sampai 23 Agustus 2026,” kata Ilham di Singkawang, melansir Antara.

Ilham menjelaskan berbeda dengan Super Air Jet yang menetapkan pembatalan hingga tiga hari ke depan, maskapai TransNusa memberlakukan pembatalan secara harian. Kebijakan ini diambil dengan mempertimbangkan perkembangan kondisi cuaca, kualitas udara, serta jarak pandang di sekitar bandara.

Menurut Ilham, kabut asap yang menyelimuti kawasan Bandara Singkawang dalam beberapa hari terakhir semakin pekat, sehingga jarak pandang belum memenuhi ambang batas aman standar penerbangan. “Kondisi kabut asap saat ini semakin parah, sehingga jarak pandang masih di bawah standar,” jelasnya.

Pihak Bandara Singkawang bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta instansi terkait terus memantau ketat kondisi cuaca, kualitas udara, dan jarak pandang guna menentukan kelayakan operasional ke depan.


Ilustrasi penerbangan. ANTARA/Narwati.

Ilham menegaskan, aktivitas penerbangan baru akan dibuka kembali jika kondisi cuaca berangsur membaik dan jarak pandang telah memenuhi standar keselamatan operasional.

Pihaknya juga mengimbau calon penumpang yang terdampak pembatalan penerbangan untuk aktif memantau pembaruan jadwal dan melakukan pengecekan ulang melalui maskapai masing-masing.

Selain melumpuhkan aktivitas penerbangan, kabut asap pekat ini turut berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat. Warga diimbau untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan serta mengenakan masker jika terpaksa beraktivitas di luar rumah selama kualitas udara belum pulih.

(Lukman Diah Sari)