Stabilitas Harga BBM Dinilai Tak Terlepas dari Sinergi Kebijakan

Ilustrasi pengisian BBM. Foto: Dok. Media Indonesia.

Stabilitas Harga BBM Dinilai Tak Terlepas dari Sinergi Kebijakan

Fachri Audhia Hafiez • 16 April 2026 09:46

Jakarta: Langkah Presiden Prabowo Subianto mengendalikan harga minyak domestik di tengah gejolak geopolitik global dinilai tepat. Hal ini dinilai tak terlepas dari sinergi dengan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sebagai eksekutor.

“Hal ini mencerminkan kapasitas Prabowo Subianto sebagai pengambil keputusan sekaligus arsitek kebijakan yang tegas dan visioner. Pada saat yang sama, Bahlil Lahadalia menjalankan peran eksekutorial secara impresif, dengan patriotisme dan kecakapan manajerialnya yang teruji, ia mampu menerjemahkan arahan presiden ke dalam implementasi kebijakan yang efektif dan terukur,” ujar Wakil Ketua Umum Partai Golkar Idrus Marham dikutip melalui keterangan tertulis, Kamis, 16 April 2026.
 


Kemampuan Indonesia mempertahankan harga Pertalite di angka Rp10.000 per liter saat banyak negara dunia mengalami guncangan ekonomi akibat kenaikan harga energi adalah sebuah pencapaian. Pola kepemimpinan yang saling menguatkan ini dianggap produktif dalam menghasilkan stabilitas yang berdampak langsung bagi kepentingan nasional.

“Dengan demikian, kinerja keduanya tidak hanya ‘klop’ dalam arti koordinatif, tetapi juga produktif dalam menghasilkan stabilitas yang berdampak langsung bagi kepentingan nasional,” ujar Idrus.

Selain kebijakan domestik, Idrus juga menyoroti langkah proaktif Prabowo yang melakukan diplomasi energi hingga ke Moskow untuk bertemu Presiden Vladimir Putin. Kunjungan strategis tersebut bertujuan untuk mengamankan pasokan minyak mentah di tengah ketidakpastian jalur distribusi global.

“Ketika dunia menghadapi tekanan dari konflik geopolitik dan fluktuasi harga minyak, Indonesia tetap tenang. Ini tidak terjadi secara kebetulan. Ini hasil dari kepemimpinan yang kuat dan eksekusi kebijakan yang terukur. Kualitas kepemimpinan Prabowo bersama Bahlil menunjukkan gerak cepat yang strategis,” tambah Idrus.


Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar Idrus Marham. Foto: Metrotvnews.com/Fachri Audhia Hafiez.

Meski upaya menahan kenaikan harga BBM berdampak pada meningkatnya beban subsidi, Idrus menekankan bahwa kebijakan ini merupakan bukti nyata keberpihakan pemerintah terhadap daya beli masyarakat. 

Ia menyebut pemerintah secara sadar tidak melepas harga ke mekanisme pasar demi melindungi rakyat kecil.

“Kalau pemerintah mengikuti mekanisme pasar sepenuhnya sebagaimana yang dilakukan oleh hampir semua negara, harga BBM pasti naik. Tapi yang dilakukan justru sebaliknya, pilihan pemerintah melindungi daya beli masyarakat. Ini keberpihakan yang nyata,” ucap Idrus.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fachri Audhia Hafiez)