Belum Final, Usulan Biaya Penerbangan Haji Rp1,77 Triliun Berpotensi Turun

Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf. Foto: Tangkapan Layar Metro TV.

Belum Final, Usulan Biaya Penerbangan Haji Rp1,77 Triliun Berpotensi Turun

Kautsar Widya Prabowo • 15 April 2026 15:46

Jakarta: Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf, menyebut usulan biaya penerbangan haji Rp1,77 triliun, masih belum final. Pemerintah masih membuka ruang negosiasi, agar angka tersebut bisa ditekan.

Irfan menjelaskan lonjakan biaya tersebut dipicu kenaikan harga avtur, yang sebelumnya sempat berada di titik tinggi. Meski begitu, ia menegaskan angka Rp1,77 triliun merupakan batas maksimal yang diajukan, bukan angka final.

“Rp1,77 triliun itu untuk semua jemaah. Garuda mengajukan tambahan sekitar Rp7 juta per jemaah, sementara Saudia mengajukan sekitar USD485 per jemaah,” ujar Irfan dalam konferensi pers di Kantor Staf Presiden, Rabu, 15 Februari 2026.
 


Ia menegaskan pemerintah tidak serta-merta menyetujui angka tersebut. Saat ini, negosiasi masih terus dilakukan dengan maskapai penerbangan dari Indonesia maupun Arab Saudi untuk mendapatkan angka yang lebih realistis.

“Kita tidak akan langsung menyetujui. Ini akan kita rundingkan lagi, berapa sebenarnya yang harus ditutup oleh pemerintah,” jelasnya.


Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf. Foto: Tangkapan Layar Metro TV.

Irfan juga optimistis biaya tersebut masih berpotensi turun, seiring dengan tren penurunan harga avtur dalam beberapa waktu terakhir.

“Insyaallah ada kemungkinan turun lagi, karena perhitungan ini berdasarkan harga avtur. Sementara sekarang harga avtur sudah mulai turun,” katanya.

Kendati demikian, ia memastikan kenaikan biaya penerbangan haji tidak akan dibebankan kepada jemaah. Pemerintah, kata dia, akan menanggung seluruh tambahan biaya tersebut sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(M Sholahadhin Azhar)