Pemerintah Kota Palu, Sulawesi Tengah, memperkuat upaya mitigasi bencana dengan mengoptimalkan sistem peringatan dini tsunami. ANTARA/HO-BPBD Kota Palu
Pemkot Palu Uji Fungsi Peringatan Dini Tsunami di Wilayah Pesisir
Silvana Febiari • 27 July 2026 22:50
Palu: Pemerintah Kota (Pemkot) Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng), uji fungsi sistem peringatan dini tsunami atau Early Warning System (EWS) secara berkala. Langkah ini dilakukan untuk memastikan perangkat berfungsi baik dan meningkatkan kesiapsiagaan warga pesisir menghadapi potensi bencana.
“EWS tsunami adalah sebuah teknologi yang bersifat elektrifikasi kelistrikan. Maka alat ini terus harus dipanaskan. Tetapi dalam konteks kami, namanya uji fungsi atau uji coba,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palu Presly Tampubolon, dilansir dari Antara, Senin, 27 Juli 2026.
Uji fungsi dilakukan untuk memastikan kesiapan perangkat dan menguji keandalan sistem sebagai bagian dari mitigasi bencana di Kota Palu. Pengujian EWS dilaksanakan rutin setiap tanggal 26 setiap bulannya.
BPBD menguji sirene peringatan dini tsunami di tiga wilayah pesisir Kota Palu, yakni Talise, Silae, dan Lere. Uji coba dilakukan untuk memastikan seluruh perangkat EWS berfungsi di kawasan yang berisiko tinggi terhadap tsunami.
Tiga perangkat EWS di wilayah Talise, Lere, dan Silae, pengelolaannya berbasis masyarakat. Sedangkan satu perangkat lainnya berada di Taman GOR yang merupakan fasilitas kerja sama dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Perangkat EWS berbasis masyarakat dikelola oleh warga yang telah mendapatkan pelatihan dan mendapatkan kewenangan melalui kelompok masyarakat tangguh bencana.
“Karena dari BNPB kepada BPBD, kemudian BPBD menghibahkan kepada masyarakat. Itu sebabnya masyarakat harus benar-benar awas dan cermat dalam menyalakan EWS sesuai dengan SOP yang sudah ditetapkan bersama,” ujarnya.

Pemerintah Kota Palu, Sulawesi Tengah, memperkuat upaya mitigasi bencana dengan mengoptimalkan sistem peringatan dini tsunami. ANTARA/HO-BPBD Kota Palu
Pengujian perangkat EWS di Taman GOR dilakukan bersama BMKG melalui pusat kendali lembaga tersebut. Fasilitas itu merupakan milik BMKG, sementara BPBD berperan mendampingi masyarakat.
EWS bekerja menggunakan teknologi satelit dan mampu menjangkau hingga radius sekitar dua kilometer dalam kondisi tenang.
Peringatan dini tsunami memiliki tiga tingkatan, yakni Waspada, Siaga, dan Awas, sesuai dengan potensi ancaman tsunami yang terdeteksi. Sirene akan berbunyi berdasarkan tingkat bahaya, sementara masyarakat tetap diarahkan melakukan evakuasi hingga situasi dinyatakan aman.
Ke depan, BPBD Kota Palu akan memperkuat sistem peringatan dini agar menjangkau seluruh wilayah pesisir. Upaya ini dilakukan untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap ancaman tsunami.