PM Jepang: Tim Penyelamat Berpacu dengan Waktu di Area Terdampak Gempa Kumamoto

PM Jepang Sanae Takaichi. (Anadolu Agency)

PM Jepang: Tim Penyelamat Berpacu dengan Waktu di Area Terdampak Gempa Kumamoto

Willy Haryono • 29 July 2026 12:17

Tokyo: Sedikitnya 13 orang tewas setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,8 mengguncang Prefektur Kumamoto di Pulau Kyushu, Jepang selatan, pada Selasa, dan Perdana Menteri Sanae Takaichi mengatakan operasi penyelamatan masih terus berlangsung untuk mencari korban yang diduga masih terjebak di balik reruntuhan.

"Masih ada orang-orang yang menunggu untuk diselamatkan, dan tim penyelamat sedang berpacu dengan waktu. Kami akan mengerahkan segala upaya untuk menemukan dan menyelamatkan sebanyak mungkin orang," kata Takaichi, dikutip dari The Guardian, Rabu, 29 Juli 2026.

Gempa tersebut mencapai intensitas maksimum 7 pada skala seismik shindo Jepang ketika mengguncang Kumamoto pada Selasa sore.

Juru Bicara Pemerintah Jepang Minoru Kihara mengatakan hingga Rabu pagi sebanyak 9.186 orang mengungsi di 506 pusat evakuasi yang tersebar di lima prefektur, termasuk Kumamoto dan Fukuoka.

"Kami menerima laporan tujuh orang mengalami luka berat dan 29 lainnya luka ringan. Selain itu, hingga pukul 07.00 pagi ini, sebanyak 9.186 orang telah mengungsi di 506 pusat evakuasi di lima prefektur," ujar Kihara.

Tim penyelamat masih melakukan pencarian di sejumlah lokasi yang mengalami kerusakan berat, termasuk pabrik Nippon Paper Industries di Kota Yatsushiro, tempat cerobong asap runtuh.

Kerusakan di Mal Aeon

Dua pekerja berhasil ditemukan dan dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi henti jantung, sementara sembilan orang lainnya masih dinyatakan hilang.

Ledakan juga terjadi di pusat perbelanjaan Aeon di Kumamoto yang memiliki sekitar 200 gerai. Rekaman video menunjukkan bagian atas bangunan utama mengalami kerusakan parah dan runtuh sebagian.

Dua perempuan berusia sekitar 20 tahun dipastikan meninggal dunia, sementara seorang korban lainnya dilaporkan mengalami henti jantung.

Juru bicara Aeon mengatakan seluruh pengunjung dan karyawan telah dievakuasi setelah gempa pertama terjadi. Hingga kini penyebab ledakan masih dalam penyelidikan, meski pemerintah mengungkapkan adanya laporan kebocoran gas di pusat perbelanjaan tersebut.

Kementerian Pertahanan Jepang mengerahkan sekitar 3.600 personel militer serta 20 pesawat untuk mendukung operasi tanggap darurat dan melakukan pemantauan kerusakan dari udara. Ratusan personel penyelamat dari prefektur sekitar juga telah dikerahkan ke wilayah terdampak.

Badan Meteorologi Jepang (JMA) memperingatkan wilayah yang mengalami guncangan terkuat masih berpotensi diguncang gempa susulan dan tanah longsor selama sekitar satu pekan karena gempa dangkal tersebut memicu aktivitas seismik lanjutan.

Puluhan Gempa Susulan

Hingga Rabu pagi, JMA mencatat lebih dari 60 gempa susulan dengan magnitudo antara 1 hingga 4. Peringatan tsunami yang sempat dikeluarkan sesaat setelah gempa akhirnya dicabut sekitar dua jam kemudian.

Pada Selasa malam, hampir 50.000 rumah tangga masih mengalami pemadaman listrik, sementara sekitar 140.000 pelanggan kehilangan akses air bersih.

Suhu di wilayah terdampak diperkirakan melebihi 35 derajat Celsius pada Rabu dengan tingkat kelembapan tinggi, sehingga meningkatkan risiko serangan panas (heatstroke) bagi warga yang tidak memiliki akses terhadap pendingin ruangan maupun air bersih. Banyak warga memilih bermalam di dalam kendaraan karena khawatir terjadi gempa susulan.

Meski berkekuatan besar, jumlah bangunan yang roboh relatif terbatas sehingga menekan jumlah korban jiwa dan korban luka. Jepang menerapkan standar konstruksi tahan gempa yang ketat dan terus memperbarui regulasi bangunan selama beberapa dekade terakhir, termasuk penggunaan teknologi fondasi khusus yang memungkinkan bangunan bergoyang mengikuti guncangan tanpa mengalami kerusakan besar.

Pada Selasa malam, Takaichi mengatakan pemerintah masih terus menilai skala kerusakan akibat gempa yang melanda wilayah yang juga pernah dihantam gempa besar pada 2016.

"Kami telah menerima laporan mengenai korban luka. Pemadaman listrik dan kebakaran terjadi di beberapa wilayah, begitu pula kerusakan jalan, jembatan, serta runtuhnya sejumlah bangunan. Saya meminta seluruh masyarakat mengambil langkah untuk melindungi diri, termasuk mengungsi ke tempat yang aman," ujar Takaichi.

Baca juga: Korban Tewas Gempa Kumamoto Jadi 13 Orang, Operasi Pencarian Korban Berlanjut

(Willy Haryono)