Karhutla Meningkat, Bupati Bangka Minta Warga Waspada

Ilustrasi-Karhutla di Natuna pada Maret 2026. ANTARA/Muhamad Nurman

Karhutla Meningkat, Bupati Bangka Minta Warga Waspada

Rendy Ferdiansyah • 29 July 2026 18:07

Pangkalpinang: Bupati Bangka, Fery Insani, mengingatkan masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di tengah musim kemarau.

"Intensitas Karhutla di daerah kita saat ini mulai tinggi, setiap hari selalu ada kejadian, ini harus benar-benar diwaspada masyarakat," kata Fery di Bangka, Rabu, 29 Juli 2026.

Untuk mencegah meluasnya kebakaran, ia meminta warga tidak membuka lahan dengan cara membakar hutan maupun membuang puntung rokok yang masih menyala di area terbuka. Kondisi cuaca panas dan angin kencang selama musim kemarau dinilai sangat berisiko memicu kebakaran yang cepat meluas.

"Musim Kemarau ini cuaca panas dan angin kencang, tentunya bahaya sekali kalau bakar sampah tidak ditunggu atau bukan kebun bakar lahan, bisa merambat dan menimbulkan karhutla," ujarnya.
 


Fery menyebutkan bahwa beberapa wilayah di Kabupaten Bangka masuk dalam zona rawan karhutla. Salah satunya adalah Jalur Lintas Timur Bangka yang merupakan kawasan wisata dengan banyak ilalang kering yang mudah terbakar.

"Di Lintas Timur Bangka kita daerah kawasan wisata, banyak ilalang kering yang tentunya mudah terbakar, makanya Lintas timur ini sangat rawan," terangnya.


Ilustrasi-Pemadaman kebakaran semak belukar dan limbah kain di kawasan Gunung Paseban, Kabupaten Bandung, Jawa Barat (istimewa).


Ia mengungkapkan, berdasarkan laporan dari Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar), luas lahan yang terbakar selama bulan Juli 2026 telah mencapai lebih dari 50 hektare. Angka tersebut diprediksi akan terus bertambah seiring dengan intensitas musim kemarau ekstrem yang masih berlangsung.

"Bagi masyarakat yang mengetahui ada kejadian karhutla dapat melapor ke Damkar agar segera di tangani dan di padamkan sehingga tidak meluas," ucap dia.

(Whisnu M)