MER-C Terapkan Sistem Digital di Indonesia Medical Center Gaza

MER-C Indonesia menerapkan sistem informasi kesehatan elektronik di Indonesia Medical Center di Jalur Gaza. (MER-C Indonesia)

MER-C Terapkan Sistem Digital di Indonesia Medical Center Gaza

Willy Haryono • 28 July 2026 14:18

Jakarta: Organisasi kemanusiaan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) Indonesia melakukan transformasi sistem digital sebagai upaya meningkatkan kualitas layanan kesehatan di MER-C Indonesia Medical Center di Jalur Gaza.

Berdasarkan pernyataan tertulis akun Instagram MER-C Indonesia yang dikutip Antara, Selasa, 28 Juli 2026, Insinyur Teknologi Informasi MER-C Indonesia Medical Center, Sameh Al-Jazzar, mengatakan transformasi digital dimulai dengan pemasangan koneksi internet melalui Kementerian Kesehatan.

"Sistem informasi kesehatan elektronik kami beroperasi melalui Kementerian Kesehatan menggunakan aplikasi berbasis web," kata Al-Jazzar.

Ia menjelaskan, sistem digital tersebut mengelompokkan pasien berdasarkan usia, jenis penyakit, dan kebutuhan layanan, sekaligus mengatur antrean pelayanan. Setelah proses registrasi, pasien secara otomatis akan diarahkan ke klinik yang sesuai dengan keluhan masing-masing.

Menurut Al-Jazzar, sistem digital mulai diterapkan sekitar satu tahun lalu. Sebelumnya, di tengah kondisi sulit di Jalur Gaza, seluruh rekam medis masih menggunakan dokumen kertas sehingga proses pelayanan menjadi lebih rumit.

Dengan sistem yang baru, dokter dapat mengakses riwayat kesehatan pasien hanya dengan satu klik tanpa memerlukan dokumen fisik.

Ia menambahkan, apabila pasien kehilangan dokumen mereka, seluruh data medis tetap tersimpan dengan aman di server Kementerian Kesehatan sehingga pelayanan kesehatan dapat terus diberikan secara optimal.

Di sisi lain, konflik yang terus berlangsung masih memperburuk kondisi kemanusiaan di Jalur Gaza. Serangan Israel sejak Oktober 2023 dilaporkan telah menewaskan lebih dari 73.000 orang dan melukai lebih dari 174.000 lainnya. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperkirakan biaya rekonstruksi Gaza mencapai sekitar USD70 miliar.

Meski gencatan senjata mulai berlaku pada 10 Oktober 2025, Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan serangan harian masih terus terjadi. Sejak saat itu, sedikitnya 1.203 warga Palestina dilaporkan tewas dan 3.900 lainnya mengalami luka-luka.

Baca juga:  MER-C Bangun Fasilitas Air dan Sanitasi di Gaza

(Willy Haryono)