Petugas mengevakuasi korban tewas akibat kecelakaan beruntun di Jalan Leuwipanjang, Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu, 29 Juli 2026. ANTARA/HO-Polrestabes Bandung
Truk Pengangkut Elpiji Tabrak 11 Kendaraan di Leuwipanjang Bandung, Satu Tewas
Silvana Febiari • 29 July 2026 19:52
Kota Bandung: Seorang wanita meninggal dunia dalam kecelakaan beruntun di Jalan Leuwipanjang, Kota Bandung, Jawa Barat. Kecelakaan tersebut melibatkan truk pengangkut gas elpiji dan 11 kendaraan yang terdiri dari mobil dan sepeda motor.
Kanit Gakkum Satlantas Polrestabes Bandung AKP Fiekry mengatakan kecelakaan tersebut diduga dipicu pengemudi truk yang tertidur sesaat (micro sleep) saat mengemudikan kendaraan dari arah Jalan Soekarno-Hatta menuju kawasan distribusi elpiji.
“Jadi memang tadi dapat informasi, intinya micro sleep yang mengakibatkan satu nyawa orang meninggal dunia, yang menggunakan sepeda itu berjenis kelamin wanita,” kata Fiekry, dilansir dari Antara, Rabu, 29 Juli 2026.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 12.15 WIB. Berdasarkan keterangan awal pengemudi, truk pengangkut elpiji baru selesai melakukan bongkar muatan sebelum melanjutkan perjalanan menuju lokasi distribusi berikutnya.
“Jadi dari arah Soekarno-Hatta habis bongkar isi mau mengirim ke distribusi masing-masing. Sopir ketika sadar-sadar ketika sudah berhenti mobil di mobil terakhir,” jelas dia.

Kecelakaan lalu lintas/Ilustrasi Istimewa
Akibat kejadian itu, korban meninggal dunia dievakuasi ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Sementara satu korban lainnya mengalami luka berat berupa patah tulang dan menjalani perawatan di Rumah Sakit Immanuel Bandung.
Polisi telah mengamankan truk pengangkut elpiji beserta pengemudinya untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut terkait penyebab pasti kecelakaan. “Sudah, ini kita amankan, sopir juga kita mintai keterangan untuk lebih lanjut nanti kita bawa ke Unit Gakkum Polrestabes,” ucapnya.
Saat ini, Satlantas Polrestabes Bandung masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pendataan kendaraan yang terlibat. Polisi juga menunggu keluarga korban untuk proses identifikasi dan penanganan lebih lanjut.