Ritual Asado, Timnas Argentina Bawa 500 Kg Daging Sapi ke Markas Lionel Messi Cs

Timnas Argentina. Foto: X @AFASeleccionEN

Ritual Asado, Timnas Argentina Bawa 500 Kg Daging Sapi ke Markas Lionel Messi Cs

Whisnu Mardiansyah • 17 June 2026 15:07

Kansas: Tim Nasional Argentina tidak hanya membawa skuad terbaik ke Piala Dunia 2026. Juara bertahan itu juga membawa salah satu identitas budayanya yang paling melekat, yakni tradisi Asado, ritual memanggang daging sapi di atas bara api.

Di balik peforma ciamik dalam laga perdana Grup J melawan Aljazair, delegasi Argentina diketahui mengirim lebih dari 500 kilogram daging sapi berkualitas premium ke Origin Hotel Kansas City. Hotel tersebut menjadi markas Lionel Messi dan rekan-rekannya selama menjalani turnamen di Amerika Serikat.

Pengiriman tersebut bukan sekadar memenuhi kebutuhan konsumsi pemain. Di balik keputusan itu, terdapat pertimbangan medis, nutrisi, hingga upaya menjaga rutinitas dan kenyamananskuad asuhan Lionel Scaloni selama menjalani kompetisi paling bergengsi di dunia.

Laporan media Argentina Rosario Plus, menyebutkan daging yang dibawa terdiri atas berbagai potongan daging sapi pilihan yang telah memenuhi prosedur kesehatan dan aturan impor Amerika Serikat. Daging tersebut dipersiapkan khusus untuk memenuhi kebutuhan nutrisi para pemain selama berada di Kansas City.

Kebijakan ini sebenarnya bukan hal baru bagi Argentina. Saat menjuarai Piala Dunia 2022 di Qatar, tim berjuluk Albiceleste juga mempertahankan pola makan yang sama. Bagi staf pelatih dan tim medis, menjaga konsistensi asupan makanan dianggap penting untuk menghindari perubahan metabolisme maupun gangguan pencernaan yang dapat memengaruhi performa pemain di lapangan.

 

 

Tradisi Asado

Bagi masyarakat Argentina, daging sapi memiliki posisi istimewa. Negara Amerika Selatan itu dikenal sebagai salah satu produsen sekaligus konsumen daging sapi terbesar di dunia.

Namun, yang lebih penting dari sekadar makanan adalah budaya Asado. Tradisi ini merupakan cara memasak daging dengan dipanggang perlahan di atas bara api menggunakan panggangan khusus yang disebut Parrilla.

Tradisi Asado biasa digelar pada akhir pekan atau hari-hari besar. Keluarga di Argentina lazim berkumpul untuk menikmati berbagai jenis daging panggang, mulai dari bife de chorizo atau sirloin, costillas atau iga sapi, hingga aneka sosis khas seperti chorizo dan morcilla.

Orang yang bertanggung jawab mengolah daging disebut Asador. Ia memegang peran penting karena menentukan kualitas daging melalui pengaturan bara api, tingkat kematangan, serta pemilihan potongan daging.

Tidak mengherankan apabila UNESCO pada 2024 memasukkan budaya Asado sebagai salah satu tradisi penting yang merepresentasikan identitas sosial masyarakat Argentina. Tradisi tersebut dianggap mencerminkan nilai kebersamaan, persahabatan, dan solidaritas.


Lionel Messi merayakan gol ke gawang Aljazair di Piala Dunia 2026, Rabu, 17 Juni 2026. Foto x @AlbicelesteTalk


Di lingkungan Timnas Argentina, Asado juga telah lama menjadi bagian dari budaya tim. Sejumlah pemain, termasuk Lionel Messi, beberapa kali menunjukkan momen kebersamaan melalui acara makan daging panggang bersama. Kegiatan tersebut biasanya dilakukan setelah sesi latihan atau pada hari-hari tertentu untuk mempererat hubungan antarpemain.

Bagi Lionel Scaloni, menjaga suasana kekeluargaan di dalam skuad merupakan salah satu fondasi kesuksesan Argentina dalam beberapa tahun terakhir. Pendekatan itu terbukti efektif. Sejak 2021, Argentina berhasil memenangi Copa America, Finalissima, dan Piala Dunia 2022.

Karena itu, keberadaan daging sapi Argentina di Kansas City bukan sekadar urusan logistik. Ada upaya mempertahankan atmosfer yang selama ini menjadi kekuatan Albiceleste.

Delegasi Argentina menempati Origin Hotel yang berada di kawasan Berkley Riverfront, Kansas City. Hotel tersebut telah disulap dengan nuansa biru-putih khas Albiceleste. Kansas City dipilih Argentina sebagai markas selama Piala Dunia 2026 karena sejumlah pertimbangan.

Selain memiliki fasilitas latihan modern milik Sporting Kansas City, kota ini juga menawarkan suasana yang relatif tenang dibandingkan kota-kota besar lain di Amerika Serikat. Tim menggunakan Compass Minerals National Performance Center sebagai pusat latihan, sementara para pemain dan staf menginap di Origin Hotel.

(Whisnu M)