Founder Rembuk Pemuda, Aidil Afdan. Istimewa.
Generasi Muda Diajak Terus Merawat Nilai Intelektual dalam Berpendapat
Arga Sumantri • 17 June 2026 18:54
Jakarta: Generasi muda diajak terus merawat nilai intelektual dalam berpendapat. Hal ini dinilai penting dalam menjaga kualitas demokrasi di Tanah Air.
Pernyataan ini disampaikan Founder Rembuk Pemuda, Aidil Afdan, menyikapi insiden yang terjadi dalam agenda diskusi di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, Senin, 15 Juni 2026. Forum ini menghadirkan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, serta Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan Budiman Sudjatmiko.
"Kami sebagai organisasi rembuk pemuda tentu tidak membenarkan aksi apapun yang bertujuan untuk menghalangi hak orang untuk berpendapat, terutama di ruang akademik kampus. Kalaupun kita tidak setuju dengan acara atau narasumber yang dihadirkan, menghentikan dialog lalu saling memaksakan kehendak juga tidak elok," ujar Aidil dalam keterangannya, Rabu, 17 Juni 2026.
Namun, ia juga mengingatkan pemerintah mampu menangkap sinyal kegelisahan dan tantangan yang dihadapi para mahasiswa. Aidil menegaskan bahwa perbedaan pendapat merupakan hal yang harus dihargai dalam kehidupan demokrasi, terutama di lingkungan akademik yang menjunjung tinggi nalar kritis dan kebebasan berpikir.
"Tentu kita mendukung segala bentuk kritik yang bersifat substantif, bukan hanya sekadar genit secara diksi atau bahkan menjurus pada penyebaran sentimen kebencian yang condong pada fitnah saja," ujar Aidil.
Hal senada juga disampaikan anggota Rembuk Pemuda, Sultan Rivandi. Ia menegaskan tidak boleh ada pembatasan dalam upaya demokrasi dan semua pihak harus saling terbuka atas segala pendapat.
"Semua pihak harus menjaga nilai-nilai intelektual, dan tentu sebagai orang yang masih berorganisasi, berbagai forum dialog harus terus dilakukan dan itulah yang menjadi komitmen Rembuk Pemuda sebagai sebuah organisasi yang terus berupaya menjadi melting pot bagi anak muda dari berbagai kalangan," ujar Sultan.
Sultan mengajak seluruh lapisan anak muda terlibat aktif dalam menjaga ruang demokrasi di Indonesia. "Perbedaan pandangan tidak seharusnya menjadi alasan untuk menutup ruang dialog, melainkan menjadi momentum untuk memperkuat tradisi diskusi yang sehat dan berbasis argumentasi," ungkap Sultan.