Ilustrasi kekeringan. Foto: Dok. MGN.
BMKG: 4 Zona Musim di Sumsel Resmi Masuki Kemarau 2026
Lukman Diah Sari • 22 June 2026 20:24
Palembang: ?Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Kelas I Sumatra Selatan memetakan perkembangan kondisi musim kemarau 2026, berdasarkan pemantauan curah hujan pada zona musim (ZOM) di seluruh wilayah Sumatra Selatan hingga akhir Juni 2026.
Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumatra Selatan Wandayantolis mengatakan, berdasarkan analisis data per 20 Juni 2026, kondisi iklim di wilayah Sumatra Selatan menunjukkan variasi yang terbagi menjadi tiga fase, yaitu wilayah yang telah memasuki musim kemarau, wilayah yang menuju kemarau, dan wilayah yang belum memasuki kemarau.
?"Saat ini sebanyak empat dari 14 ZOM di Sumatera Selatan tercatat telah resmi memasuki musim kemarau," kata dia di Palembang, Senin, 22 Juni 2026, melansir Antara.
?Selain itu, kemarau juga telah melanda ZOM 130 yang mencakup Prabumulih bagian barat, sebagian besar Muara Enim dan Lahat bagian timur, sebagian PALI, Musi Banyuasin bagian selatan, Musi Rawas bagian timur, dan OKU bagian utara-barat, serta ZOM 131 yang meliputi seluruh wilayah Musi Rawas Utara, Lubuk Linggau, sebagian besar Musi Rawas, dan Musi Banyuasin bagian barat.
?Sementara itu, mayoritas wilayah Sumatra Selatan saat ini berada pada fase indikator menuju musim kemarau, yang mencakup tujuh dari 14 ZOM. Pada zona ini, penurunan curah hujan di bawah 50 mm per dasarian baru berlangsung selama dua dasarian, sehingga memerlukan pemantauan lebih lanjut. Wilayah tersebut tersebar di sejumlah titik pada ZOM 125, 128, 132, 133, 135, 137, dan 138.

Ilustrasi musim kemarau. Zechen Li/Pexels
?Di sisi lain, masih terdapat tiga dari 14 ZOM yang dilaporkan belum memasuki musim kemarau karena penurunan curah hujan di bawah 50 mm baru berjalan satu dasarian. Wilayah ini meliputi ZOM 129 (OKI bagian timur), ZOM 134 (Banyuasin bagian utara dan OKI bagian utara), serta ZOM 136 (OKI bagian selatan).
?Menyikapi perkembangan iklim ini, BMKG mengimbau masyarakat dan pemangku kepentingan terkait untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak kekeringan.
Masyarakat diminta untuk menghemat penggunaan air bersih, menjaga kesehatan di tengah meningkatnya suhu udara dan polutan, serta tidak melakukan pembakaran lahan guna mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
?Pihak Stasiun Klimatologi Sumatra Selatan menyatakan akan terus memperbarui informasi cuaca dan iklim secara berkala guna mendukung perencanaan kegiatan masyarakat dan mitigasi bencana daerah. Masyarakat juga diimbau untuk selalu memantau kanal komunikasi resmi BMKG dan mengikuti instruksi dari pemerintah daerah setempat.