Cegah Kejahatan Siber, Finnet Perkuat Sistem Keamanan Transaksi Digital

Direktur Utama PT Finnet Indonesia, Rakhmad Tunggal Afifudin. Dok. Istimewa

Cegah Kejahatan Siber, Finnet Perkuat Sistem Keamanan Transaksi Digital

Achmad Zulfikar Fazli • 7 May 2026 15:39

Jakarta: Disrupsi digital menghadirkan peluang besar sekaligus tantangan bagi perusahaan teknologi keuangan. Di tengah meningkatnya transaksi digital dan ancaman keamanan siber, PT Finnet Indonesia di bawah kepemimpinan Direktur Utama Rakhmad Tunggal Afifudin terus memperkuat sistem keamanan transaksi digital perusahaan.

Langkah tersebut menjadi bagian penting dari strategi Finnet dalam menjaga kepercayaan pengguna, dan mempertahankan pertumbuhan bisnis di tengah transformasi digital yang semakin cepat.

Komitmen tersebut mengantarkan Rakhmad mendapatkan apresiasi dari ajang CEO Forum & Awards 2026 The Iconomics di Jakarta pada Kamis, 23 April 2026. Bahkan, Finnet mendapat predikat “Trusted Company” dari Indonesia Most Trusted Companies Award 2025.

Ajang ini bagian dari program Corporate Governance Perception Index (CGPI) yang digelar oleh SWA dan Indonesian Institute for Corporate Governance (IICG). Penghargaan ini mengakui konsistensi Finnet dalam menjalankan Good Corporate Governance (GCG).

"CGPI menjadi bukti bahwa Finnet berkomitmen untuk membangun kapabilitas dinamis yang agile dan berintegritas. Dengan fondasi GCG yang kokoh, kami siap bergerak lebih agile, terus berinovasi, dan menghadirkan pertumbuhan berkelanjutan," kata Rakhmad dalam keterangannya, Kamis, 7 Mei 2026.

Finnet juga sudah mengantongi delapan lisensi dari Bank Indonesia, ditunjuk Kementerian Keuangan sebagai Lembaga Persepsi Lainnya, dan dipercaya Peruri sebagai distributor resmi e-Meterai.

Selain itu, melalui Finpay sebagai umbrella brand produk perusahaan, Finnet, menyediakan solusi pembayaran digital bagi industri perbankan, telekomunikasi, properti, pariwisata, transportasi, ecommerce, dan sektor penyedia layanan lainnya.

Dukungan serupa diberikan untuk sistem pembayaran digital di berbagai urusan pemerintahan, mulai dari keimigrasian hingga perpajakan dan haji.

Rakhmad menegaskan Finnet harus menghindari risiko penurunan nilai perusahaan di tengah kejenuhan industri telekomunikasi. Untuk mengantisipasinya, dia terus mendorong perluasan layanan sembari menerapkan strategi bisnis multidimensi yang mencakup perencanaan, manajemen, pengelolaan sumber daya manusia, dan teknologi.

Komitmen Rakhmad yang menyeimbangkan ekspansi bisnis dengan resiliensi dan efisiensi itulah yang menjadi dasar apresiasi dari CEO Forum & Awards 2026 The Iconomics. Founder & CEO The Iconomics, Bram S. Putro menilai, di tengah era disrupsi, pemimpin korporasi tak cukup hanya mengejar pertumbuhan.

"Kondisi ekonomi Indonesia saat ini menuntut CEO untuk tidak hanya fokus pada pertumbuhan, tetapi juga ketahanan (resiliensi), relevansi pasar, dan keberlanjutan bisnis," kata Bram.


Direktur Utama PT Finnet Indonesia, Rakhmad Tunggal Afifudin. Dok. Istimewa

Baca Juga: 

OJK: Sektor Jasa Keuangan Tetap Terjaga di Tengah Konflik Global

Selama menjabat Dirut Finnet, Rakhmad menginisiasi sejumlah program yang memperkuat peran perusahaan dalam mendukung pemberdayaan masyarakat dan keberlanjutan lingkungan.

Finnet menjalankan berbagai program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (TJSL) atau CSR yang mencerminkan praktik Environmental, Social, and Governance (ESG).

Program CSR Finnet mencakup pelepasan tukik dan penanaman mangrove di kawasan pesisir, reboisasi hutan di Bandung, hingga penyaluran bantuan kemanusiaan seperti saat terjadi bencana di Sumatera.

Integrasi program CSR Finnet dengan prinsip ESG mendatangkan penghargaan TOP CSR Awards 2025 dan TOP Leader on CSR Commitment 2025 dari Majalah Top Business.

Rakhmad menilai penghargaan ini menjadi pengakuan kontribusi sosial Finnet berdampak nyata, dan sejalan dengan prinsip ESG maupun tujuan pembangunan nasional.

Fondasi tata kelola yang kuat menjadi modal utama Finnet dalam meraih pertumbuhan berkelanjutan sekaligus tetap menjaga kepercayaan seluruh pemangku kepentingan.

"Finnet percaya bahwa keberlanjutan bisnis harus berjalan beriringan dengan kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan,” ujar Rakhmad.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Achmad Zulfikar Fazli)