Anak Muda Pacitan Diajak Go Digital

Wakil Ketua MPR Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas). Istimewa.

Anak Muda Pacitan Diajak Go Digital

Arga Sumantri • 9 May 2026 14:23

Pacitan: Wakil Ketua MPR Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) menegaskan ekonomi kreatif merupakan potensi besar yang belum tergarap optimal. Ekonomi kreatif dapat menjadi lokomotif baru pertumbuhan ekonomi, dengan mendorong kolaborasi lintas sektor seperti UMKM, pariwisata, seni budaya, hingga perdagangan berbasis digital.

Hal tersebut disampaikan Ibas saat menghadiri workshop Peningkatan Kapasitas SDM Ekraf: Anak Muda Go Digital di Pacitan. Bekerja sama dengan Kementerian Ekonomi Kreatif, workshop ini turut menghadirkan Founder Kasisolusi, Deryansha, yang memberikan materi terkait pengembangan UMKM berbasis digital untuk mendorong kemajuan generasi muda.

"Ekonomi kreatif adalah potensi besar yang belum sepenuhnya kita garap. Di Pacitan ada, dan saya yakin bisa berkembang menjadi kekuatan ekonomi baru," ujar Ibas dalam keterangannya, Sabtu, 9 Mei 2026. 

Anggota DPR dari Dapil Jawa Timur VII ini mengungkapkan penguatan ekonomi kreatif tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan harus dibangun melalui penguatan ekosistem dan infrastruktur kreatif secara menyeluruh. Ia menilai Pacitan memiliki peluang besar untuk berkembang menjadi pusat ekonomi kreatif daerah.

"Yang diperlukan adalah penguatan ekosistem dan infrastruktur kreatif. Ke depan, Pacitan bisa menjadi pusat ekonomi kreatif dan simpul nasional jika semua potensi daerahnya dikembangkan bersama," jelasnya.

Ibas menekankan ekonomi kreatif tidak berdiri sendiri, melainkan terhubung erat dengan sektor pariwisata, UMKM, perdagangan, hingga seni budaya pertunjukan. Ia menyebut kekayaan budaya lokal Pacitan seperti rontek, kethek ogleng, hingga Tari Klayar memiliki nilai jual tinggi apabila dikemas lebih modern, kreatif, dan memiliki narasi atau background story yang kuat.

"Dengan begitu nilai jualnya akan lebih tinggi dan mampu menarik perhatian wisatawan," ujar dia.

Selain seni budaya, Ibas menyoroti besarnya kontribusi sektor pariwisata terhadap penguatan ekonomi kreatif daerah. Ia menilai keberadaan Museum dan Galeri Seni SBY*ANI menjadi salah satu ikon baru yang dapat meningkatkan daya tarik wisata Pacitan sekaligus memperkuat identitas daerah.

Menurutnya, museum tersebut bukan hanya ruang seni dan sejarah, tetapi juga mampu menjadi pemantik tumbuhnya sektor ekonomi kreatif di sekitarnya, mulai dari UMKM, kuliner, penginapan, hingga industri kreatif lokal lainnya.

Wakil Ketua MPR Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas). Istimewa.

Penguatan branding daerah juga perlu diperkuat. Ia menyebut Pacitan selama ini dikenal dengan julukan Kota 1001 Goa, namun kini juga memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai Pacitan The 70 Miles of Sea Paradise, yang menggambarkan panjang garis pantai Pacitan dengan deretan pantai eksotis dan potensi wisata bahari yang membentang luas di pesisir selatan Jawa.

"Pacitan punya kekuatan alam, budaya, dan tokoh besar seperti Pak SBY yang bisa menjadi identitas kuat untuk mempromosikan daerah dan produk-produk lokal kita,” ungkapnya.

Ibas pun mendorong anak-anak muda Pacitan untuk menjadi motor penggerak promosi digital daerah melalui media sosial dan platform digital lainnya. Menurutnya, generasi muda memiliki peran besar dalam memperkenalkan wisata, budaya, dan produk UMKM lokal agar mampu menjangkau pasar nasional hingga global.

“Digitalisasi adalah tantangan sekaligus peluang. Anak-anak muda harus menjadi pelaku utama promosi digital wisata dan ekonomi kreatif daerah,” tegasnya.

Teknologi buka peluang UMKM berkembang

Founder Kasisolusi Deryansha turut menyampaikan bahwa perkembangan teknologi digital membuka peluang besar bagi UMKM daerah untuk berkembang. Ia menilai banyak pelaku usaha lokal yang berhasil mengubah taraf hidupnya karena mampu memanfaatkan ekonomi kreatif dan digitalisasi secara maksimal.

"Sekarang bukan soal berasal dari kota besar atau daerah. Dari Pacitan pun produk bisa dikenal nasional bahkan global kalau digitalisasi dimanfaatkan dengan baik. Banyak UMKM yang berubah nasibnya karena ekonomi kreatif dan teknologi digital,” ujar Deryansha.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Arga Sumantri)