Beli Token Listrik Berapa Harganya? Simak Penjelasan Lengkapnya

Ilustrasi listrik. Foto: Shutterstock

Beli Token Listrik Berapa Harganya? Simak Penjelasan Lengkapnya

Eko Nordiansyah • 28 January 2026 19:10

Jakarta: Bagi pelanggan listrik prabayar, membeli token listrik adalah rutinitas bulanan. Namun, sering ada kebingungan terkait nominal yang dibayar dengan energi listrik yang diterima. Berikut penjelasan lengkap mengenai harga, komponen biaya, dan cara membeli token listrik.

Perbedaan token listrik dan pulsa seluler

Perlu dipahami token listrik berbeda dengan pulsa seluler. Pulsa seluler berupa saldo rupiah untuk layanan telekomunikasi, sedangkan token listrik adalah alokasi energi dalam satuan kilowatt hour (kWh) yang akan berkurang seiring pemakaian.

"Pada sistem prabayar, pelanggan membeli alokasi energi listrik dalam jumlah tertentu. Alokasi ini digunakan oleh seluruh peralatan listrik di rumah dan akan berkurang seiring pemakaian. Karena itu, total energi tersedia dalam satuan kilowatt hour (kWh)," jelas EVP Komunikasi Korporat dan TJSL PT PLN (Persero) Gregorius Adi Trianto.

Harga dan komponen potongan listrik

PLN menyediakan token listrik dalam berbagai pilihan nominal, mulai dari Rp20 ribu hingga Rp1 juta. Namun, nominal yang dibayarkan pelanggan tidak sepenuhnya dikonversi menjadi energi listrik karena adanya sejumlah potongan.

Potongan tersebut antara lain Pajak Penerangan Jalan (PPJ) yang besarannya ditetapkan oleh pemerintah daerah dan umumnya sekitar 3 persen dari harga token, serta biaya administrasi yang nilainya bervariasi tergantung kanal pembelian, seperti aplikasi digital atau minimarket.

Sebagai ilustrasi, pada pelanggan rumah tangga golongan R-1/TR dengan daya 1.300 VA, pembelian token Rp100 ribu yang dikenakan PPJ 3 persen dan biaya administrasi akan menghasilkan nilai bersih sekitar Rp90 ribu hingga Rp94 ribu.

Dengan tarif dasar listrik Rp1.444,70 per kWh, nilai tersebut setara dengan sekitar 63 hingga 65 kWh energi listrik yang masuk ke meteran.  

Tabel perkiraan token listrik setelah potongan PPJ

Dilansir dari laman Flip, perkiraan nilai token listrik setelah potongan PPJ 3 persen untuk beberapa nominal pembelian dapat dilihat pada tabel berikut:


(Ilustrasi perkiraan token listrik. Foto: Dok Metrotvnews.com)

Perlu dicatat, perkiraan kWh tersebut bersifat ilustratif dan dapat sedikit berbeda tergantung golongan daya pelanggan serta besaran biaya administrasi tambahan.

Cara membeli token listrik

Token listrik dapat dibeli melalui beberapa metode, berikut ini pilihan cara pengisian yang tersedia bagi pelanggan:

1. Aplikasi DANA

  • Instal dan buka aplikasi DANA di ponsel.
  • Di halaman utama, pilih “Lihat Semua”, kemudian klik menu “Listrik” dan pilih Prabayar.
  • Masukkan nomor meteran atau ID pelanggan (11–12 digit).
  • Pilih nominal token dan lanjutkan ke pembayaran.
  • Setelah transaksi selesai, kode token 20 digit akan ditampilkan untuk dimasukkan ke meteran.

2. Minimarket terdekat

  • Kunjungi minimarket terdekat.
  • Sampaikan kepada kasir Anda ingin membeli token listrik.
  • Berikan nomor meteran atau ID pelanggan.
  • Pilih nominal token dan lakukan pembayaran.
  • Setelah transaksi selesai, terima struk pembelian yang berisi kode token 20 digit.
Pembelian token listrik adalah pembelian energi (kWh), bukan sekadar nominal rupiah. Pelanggan perlu memahami adanya potongan PPJ dan biaya administrasi, sehingga jumlah kWh yang diterima akan berbeda dari nominal pembelian. Dengan sistem ini, pelanggan memiliki kendali langsung untuk mengatur dan memantau konsumsi listrik sehari-hari. (Muhammad Adyatma Damardjati)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Eko Nordiansyah)