Alat berat di lokasi longsor Pasirlangu, Cisarua, Bandung Barat. Metrotvnews.com/Roni Kurniawan
13 Unit Alat Berat Dikerahkan untuk Percepat Evakuasi Korban Longsor Pasirlangu
Roni Kurniawan • 27 January 2026 11:25
Bandung Barat: Tim SAR Gabungan menambah jumlah alat berat untuk mempercepat proses evakuasi korban longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Penambahan ini dilakukan pada Selasa, 27 Januari 2026, seiring masih ditemukannya titik timbunan material longsor yang sulit dijangkau secara manual.
Direktur Operasi Pencarian dan Pertolongan Basarnas, Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo, mengatakan total alat berat yang dikerahkan di lokasi mencapai 13 unit. Jumlah tersebut bertambah setelah satu unit ekskavator 75 PC tiba pada malam sebelumnya, serta tambahan satu unit ekskavator 200 PC.
"Melibatkan alat berat juga hari ini sudah ada 13 alat berat karena ketambahan tadi malam satu ekskavator 75 PC, sama kita nambah satu 200 PC. Nah ini di bawah sedang antre tiga unit 200 PC, mudah-mudahan bisa naik," ujar Yudhi di lokasi pencarian pada Selasa, 27 Januari 2026.
Yudhi menjelaskan, kendala utama pada hari sebelumnya adalah akses jalan menuju titik longsor yang belum memungkinkan dilalui alat berat berkapasitas besar. Oleh karena itu, sejak pagi tim fokus membuka jalur agar ekskavator 200 PC dapat masuk ke area pencarian.
"Kemarin kesulitannya di jalan, sehingga hari ini kita buka jalan untuk bisa 200 PC-nya masuk," kata Yudhi.
Terkait kondisi cuaca, Yudhi menyebut situasi masih fluktuatif dan menjadi tantangan tersendiri dalam operasi SAR. Meski demikian, pihaknya berharap cuaca dapat bersahabat hingga siang hari agar proses evakuasi berjalan maksimal.
.jpg)
Lokasi longsor di Pasirlangu, Cisarua, Bandung Barat. Metrotvnews.com/Roni Kurniawan
"Tadi pagi kita apel kelengkapan panas, terus hujan. Di beberapa tempat hujan mendung, lalu bergeser lagi. Kita berharap mudah-mudahan sampai siang nanti terang," tandas Yudhi.
Operasi pencarian dan evakuasi korban longsor di Pasirlangu terus dilakukan dengan mengedepankan keselamatan seluruh personel. Tim SAR Gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD, relawan, serta unsur terkait lainnya tetap siaga menghadapi dinamika medan dan cuaca di lokasi bencana.