Suasana penumpang di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang.
520 Ribu Penumpang Diprediksi Padati 37 Bandara Saat Arus Balik Nataru
Hendrik Simorangkir • 4 January 2026 17:05
Tangerang: PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) memprediksi puncak arus balik libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025-2026 pada Minggu, 4 Januari 2026. Diprediksi pergerakan penumpang pesawat itu terjadi sekitar 520 ribu penumpang di 37 bandara di Indonesia.
"Puncak arus balik di seluruh bandara diperkirakan sekitar 520 ribu penumpang. Bandara tersibuk pada libur nataru ini adalah Soekarno-Hatta Tangerang, I Gusti Ngurah Rai Bali, Juanda Surabaya, Sultan Hasanuddin Makassar dan Kualanamu Deli Serdang," ujar Direktur Utama InJourney Airports, Mohammad R. Pahlevi, Minggu, 4 Januari 2025.

Suasana penumpang di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang.
Pahlevi menuturkan, persiapan sudah dilakukan oleh seluruh bandara untuk memastikan aspek keamanan, keselamatan dan pelayanan, serta mematuhi regulasi yang berlaku.
"Keempat aspek tersebut yakni 3S+1C menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran seluruh proses di bandara pada arus balik ini, baik pada area keberangkatan maupun area kedatangan penumpang pesawat," kata Pahlevi.
Pahlevi menjelaskan, pada area keberangkatan, titik penting antara lain kelancaran akses kendaraan menuju terminal keberangkatan dan kelancaran proses check in dan pemeriksaan keamanan penumpang pesawat.
Baca Juga :
"Kami ingin memastikan penumpang pesawat setelah tiba di bandara dapat memproses kedatangan dengan lancar mulai dari gate kedatangan, pengambilan bagasi, hingga mendapatkan layanan transportasi publik dari operator transportasi publik," jelas Pahlevi.
Wakil Direktur Utama InJourney Airports, Achmad Syahir menambahkan, puluhan ribu personel telah disiapkan di 37 bandara untuk memastikan operasional bandara berjalan optimal.
"InJourney Airports menyiagakan puluhan ribu personel yang juga mencakup personel di seluruh titik layanan, termasuk customer service mobile di bandara-bandara tersibuk selama libur nataru ini, yang akan proaktif membantu kebutuhan penumpang. Kami ingin memastikan setiap touch point berjalan efisien di bandara," ungkap Syahir.