Super Flu Terdeteksi di Indonesia, Apa Bedanya dengan Flu Biasa?

Ilustrasi pexels

Super Flu Terdeteksi di Indonesia, Apa Bedanya dengan Flu Biasa?

Putri Purnama Sari • 31 December 2025 17:56

Jakarta: Gelombang infeksi influenza yang belakang ini ramai disebut "super flu" tengah menjadi sorotan di berbagai negara, termasuk Amerika Serikat dan beberapa wilayah Eropa.

Kini, penyakit tersebut terdeteksi sudah muncul di Indonesia sejak akhir Desember 2025. Istilah ini mencuat karena lonjakan kasus flu yang lebih tinggi dari sebelumnya. 

Apa itu Super Flu?

Super Flu bukanlah nama resmi dari istilah medis, melainkan sebutan populer untuk varian influenza A H3N2 Subklade K, sejenis virus flu yang penyebarannya lebih cepat dan keterkaitannya dengan lonjakan lebih tinggi. 

Di Amerika Serikat sendiri, peningkatan kasus super flu ini mencapai angka yang belum biasa bagi musim dingin saat ini, sehingga sistem pelayanan kesehatan disana mengalami tekanan signifikan. 

Gejala Super Flu yang Umum Terjadi

Gejala super flu mirip dengan flu biasa, namun bisa terasa lebih berat atau berlangsung lebih lama, seperti:
  • Demam
  • Batuk dan pilek
  • Sakit tenggorokan
  • Sakit kepala
  • Nyeri otot dan sendi
  • Tubuh terasa lemas
  • Menggigil
Pada sebagian orang, terutama kelompok rentan, gejala dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.
 
Baca juga: Waspada Super Flu, Varian Baru Influenza yang Mudah Menular
 

Perbedaan Super Flu dan Flu Biasa

Secara umum, flu disebabkan oleh virus influenza yang menyerang saluran pernapasan. Namun super flu menunjukan beberapa perbedaan, yaitu: 
  • Penularan lebih cepat: Varian ini dilaporkan mudah menyebar antar individu, dengan satu orang bisa menularkan kepada dua orang atau lebih.
  • Gejala lebih berat: pengidap super flu biasanya akan mengalami demam tinggi sekitar 39-40 derajat celcius, kelelahan ekstrim, batuk kering, serta sakit kepala yang dinilai lebih berat dari flu biasanya. 
  • Durasi dan dampak: Kasus super flu cenderung berlangsung lebih lama dan lebih melemahkan. 
Dalam flu musiman biasa, gejala biasanya ringan sampai sedang dan membaik dalam beberapa hari saja tanpa gejala yang ekstrim seperti pada super flu. Efeknya pun umumnya tidak seberat gelombang yang dipicu oleh varian  A H3N2 Subklade K ini. 

Super Flu Terdeteksi di Indonesia

Badan Kesehatan Indonesia, melalui Kementerian Kesehatan, memastikan bahwa varian A H3N2 Subklade K telah terdeteksi di Indonesia sejak 25 Desember 2025.

"Pada tanggal 25 Desember 2025, Balai Besar Laboratorium Kesehatan melaporkan telah ditemukan Influenza A (H3N2) clade 3C.2a1b.2a.2a.3a 1/K, atau yang dikenal dengan subclade K," ujar Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Penyakit Menular Kemenkes Prima Yosephine, yang dikutip Rabu, 31 Desember 2025.

Meski begitu, hingga kini varian ini belum dominan dibanding influenza A lainnya di Indonesia. Justru kasus seperti influenza secara keseluruhan yang menunjukkan penurunan. 

Dampaknya juga masih dalam pengawasan dan vaksin influenza yang tersedia diperkirakan memberikan perlindungan terhadap keparahan penyakit. Masyarakat disarankan tetap waspada, terutama kelompok rentan. 

(Jessica Nur Faddilah)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Anggi Tondi)