Ilustrasi cek kesehatan gratis. Foto: Istimewa.
Menkes: Peserta CKG pada 2025 Tembus 70 Juta Orang
Anggi Tondi Martaon • 2 January 2026 21:47
Jakarta: Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, peserta program Cek Kesehatan Gratis (CKG) mencapai 70 juta orang pada 2025. Program tersebut penting guna menekan angka kematian akibat penyakit tidak menular.
Adapun berdasarkan daily report CKG per 29 Desember 2025 pukul 22.15 WIB, tercatat 70.292.151 peserta hadir dari total 73.128.356 pendaftar, atau setara 96,12 persen.
Budi menjelaskan, penyebab kematian orang Indonesia didominasi oleh penyakit tidak menular seperti stroke, sakit jantung.
Menurut dia, orang Indonesia sering mengabaikan kondisi kesehatannya. Seperti, meremehkan darah tinggi, dan lima tahun setelahnya orang itu kena stroke atau serangan jantung.
"Setahun sekali harus lakukan. Yang diukur 3 itu aja. Tekanan darah harus 120-180. Gitu ya. Gula darah di bawah 200. Kolesterol di bawah 200. Kalau itu tiga-tiganya terpenuhi Insya Allah umurnya 74. Ya kan, itu rata-rata usia Indonesia. Kalau dipenuhinya bagus, bisa kayak Pak JK (Ketua Palang Merah Indonesia Jusuf Kalla)," kata Budi dikutip dari Antara, Jumat, 2 Januari 2026.
Eks Wakil Menteri BUMN itu menjelaskan, peserta CKG didominasi oleh CKG Umum dengan tingkat kehadiran mencapai 96,97 persen. Dari 47.393.692 pendaftar, sebanyak 45.957.044 orang tercatat hadir dan memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis yang disediakan pemerintah.
Sementara itu, CKG Sekolah juga menunjukkan partisipasi tinggi. Dari 25.734.664 pendaftar, sebanyak 24.335.107 peserta hadir atau setara 94,56 persen.
Selain itu, Budi menjelaskan salah satu program unggulan Presiden Prabowo Subianto itu telah dilaksanakan di 38 provinsi dengan dukungan 514 kabupaten kota. Sebanyak 10.588 fasilitas kesehatan di seluruh Indonesia terlibat dalam program CKG.
Pada sektor pendidikan, CKG Sekolah mencatat sebanyak 16.758.454 siswa telah memperoleh pemeriksaan kesehatan lengkap. Pelaksanaan program ini didukung ribuan puskesmas yang aktif melayani sekolah-sekolah di berbagai daerah, termasuk wilayah terpencil.
Dalam keterangan terpisah, Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Kesehatan Aji Muhawarman menyampaikan apresiasi atas tingginya partisipasi masyarakat dalam program CKG selama hampir satu tahun pelaksanaan.
“Capaian lebih dari 70 juta peserta menunjukkan meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya deteksi dini dan pemeriksaan kesehatan secara rutin,” ujar Aji.

Ilustrasi cek kesehatan gratis. Foto: MI/Susanto.
Dia juga mengapresiasi dedikasi para tenaga kesehatan yang terlibat langsung dalam pelaksanaan CKG di berbagai daerah, sebab mereka menjadi garda terdepan dalam memastikan layanan CKG dapat menjangkau masyarakat, baik di puskesmas, sekolah, maupun komunitas.
Menurut Aji, keberhasilan program CKG merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, pemerintah daerah, dan masyarakat.
Ke depan, Kementerian Kesehatan berharap CKG terus diperkuat sebagai fondasi layanan kesehatan promotif dan preventif. Sehingga, mewujudkan masyarakat Indonesia yang lebih sehat dan produktif.