CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani (tengah) dalam forum diskusi 'Semangat Awal Tahun 2026 by IDN Times'. Foto: Metrotvnews.com/Surya Mahmuda.
Punya Fleksibilitas Anggaran, Danantara Bangun 15 Ribu Huntap untuk Korban Bencana Sumatra
Husen Miftahudin • 15 January 2026 11:05
Jakarta: CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani menegaskan peran strategis Danantara dalam percepatan penanganan bencana di wilayah Sumatera. Mengandalkan fleksibilitas aset dan kekuatan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Danantara fokus pada tiga pilar utama yakni pemulihan komunikasi, penyediaan pangan, dan pembangunan hunian tetap secara masif.
Rosan menjelaskan, sesaat setelah bencana melanda, kendala utama yang dihadapi adalah terputusnya akses komunikasi. Untuk mengatasi hal tersebut, pihaknya langsung bergerak memasang perangkat Starlink guna menjamin koordinasi di lapangan tetap berjalan.
"Begitu terjadi bencana kita langsung bergerak cepat. Hubungan terputus, handphone dan segala macam (mati), langsung kita pasang Starlink," ucap Rosan dalam forum Semangat Awal Tahun by IDN Times, dikutip Kamis, 14 Januari 2026.
Rosan menjelaskan, poin paling krusial dalam gerakan cepat tanggap Sumatra adalah pembangunan hunian tetap (huntap) bagi masyarakat yang kehilangan tempat tinggal. Berbeda dengan bantuan darurat pada umumnya, Danantara langsung membangun huntap yang dilengkapi fasilitas sosial.
Rosan mengatakan, sebanyak 600 unit huntap telah diserahterimakan pada 8 Januari 2026, disusul rencana serah terima tahap kedua sebanyak 1.320 unit pada 15 Januari 2026. Secara keseluruhan, Danantara menargetkan pembangunan total 15.000 unit huntap yang diharapkan dapat rampung sepenuhnya dalam kurun waktu tiga hingga empat bulan.
"Jadi hanya dalam waktu sepuluh hari kita membangun dan kita sudah serah terimakan kemarin, tanggal 8 Januari 2026 itu 600 rumah hunian tetap. Tanggal 15, kita akan serahkan lagi 1.320 hunian tetap dari total hunian tetap yang akan kita bangun sebanyak 15.000 dalam waktu 3-4 bulan ini," ungkap dia.
Selain infrastruktur, Danantara mengerahkan sedikitnya 1.000 relawan BUMN yang bekerja secara bergantian untuk membantu proses pembersihan area terdampak, termasuk fasilitas publik seperti rumah sakit.
| Baca juga: Pembangunan 1.000 Huntap Korban Bencana di Bireun Sementara untuk Warga Pemilik Lahan Pribadi |

(Pekerja membangun rumah hunian untuk korban bencana di Sumatra. Foto: Youtube Septres)
Fleksibilitas anggaran
Menurut Rosan, fleksibilitas anggaran di bawah naungan Danantara memungkinkan mobilisasi bantuan dilakukan lebih cepat dibanding mekanisme kementerian pada umumnya.
"Kita mempunyai relawan BUMN, yang dimana seribu orang itu selalu berada secara bergantian terutama untuk membantu membersihkan. Jadi, banyak kementerian lain juga minta tolong kami untuk bantu membersihkan karena kalau kementerian kan mesti ada anggarannya dulu nih. Kalau Danantara ya kita bisa gerakkan seluruh BUMN," ujar dia.
Rosan mengatakan, hingga saat ini, dukungan logistik terus mengalir. Tercatat 109 truk bantuan berisi pakaian dan pangan telah dikirimkan ke lokasi bencana. Di sektor konsumsi, Danantara melalui Bank Syariah Indonesia (BSI) juga mendirikan dapur bersama untuk memastikan kebutuhan pangan masyarakat terpenuhi setiap hari.
"Kan kalau disana banknya kebanyakan BSI, kita adakan dapur bersama untuk masyarakat bisa mendapatkan makanan setiap harinya," beber dia. (Surya Mahmuda)