Gunung Raung. (Jadesta Kemenpar)
7 Summit Gunung Tertinggi di Jawa, Jalur Romantis hingga Esktrem
Lukman Diah Sari • 15 January 2026 15:53
Jakarta: Pulau Jawa punya dereta gunung berapi yang megah dan selalu jadi magnet pendaki. Dari wilayah barat hingga timur, ada tujuh puncak tertinggi yang dikerap dijuluki Seven Summit of Java, destinasi wajib untuk para pemburu tantangan dengan panorama yang ciamik.
Masing-masing gunung punya karakteristik, tantangan dan pesona berbeda. Mulai dari lautan pasir, kaldera raksasa, hingga sabana luas di atas awan.
Berikut 7 gunung tertinggi di Pulau Jawa, lokasi dan keistimewaannya:
1. Gunung Semeru – 3.676 mdpl
Lokasi: Kabupaten Malang dan Lumajang, Jawa Timur
Gunung Semeru erupsi dengan tiinggi letusan mencapai 1.000 meter di atas puncak pada Selasa pagi, 25 November 2025. ANTARA/HO-PVMBG
Semeru adalah atap Pulau Jawa dengan puncak legendaris bernama Mahameru. Gunung ini terus mengeluarkan aktivitas vulkanik berupa letusan kecil dari kawah Jonggring Saloko. Keistimewaannya terletak pada jalur ikonik Ranu Kumbolo dan Tanjakan Cinta yang sering disebut paling romantis di Indonesia.
Untuk mendaki Gunung Semeru perlu booking online lebih dulu melalui situs resmi booking.bromotenggersemeru.org minimal H-3 sebelum tanggal pendakian. Calon pendaki mengisi data rombongan, tanggal pendakian, dan melakukan pembayaran tiket secara online
Setelah itu, konfirmasi diterima via email sebagai bukti pendaftaran. Nantinya pendaki wajib check-in pada pos perizinan di Ranupani sebelum naik gunung. Pendaki diwajibkan membawa hasil booking online, identitas, dan surat keterangan sehat saat check-in.
2. Gunung Slamet – 3.432 mdpl
Lokasi: Lima kabupaten di Jawa Tengah (Banyumas, Purbalingga, Tegal, Brebes, Pemalang).jpg)
Ilustrasi--Aktivitas Gunung Slamet meningkat. (MI/Akhmad Safuan)
Slamet dikenal sebagai gunung dengan trek terpanjang di Jawa. Kabut tebal dan perubahan cuaca ekstrem menjadi ciri khasnya. Dari puncaknya, pendaki bisa melihat hamparan Pantai Utara Jawa saat cuaca cerah.
Gunung Slamet dikelola oleh BKSDA setempat, dan biasanya pendaftaran dilakukan on the spot atau melalui sistem yang ditentukan pengelola. Gunakan SIMAKSI untuk memperoleh izin masuk kawasan konservasi.
3. Gunung Sumbing – 3.371 mdpl
Lokasi: Kabupaten Wonosobo, Temanggung, dan Magelang, Jawa Tengah
Jalur pendakian Gunung Sumbing. (Diskominfo Kabupaten Magelang)
Sumbing dijuluki “kembaran Sindoro”. Gunung ini memiliki sabana luas di jalur menuju puncak sejati, membuat lanskapnya mirip pegunungan luar negeri. Sunrise dari Puncak Rajawali menjadi daya tarik utama.
Pendakian Gunung Sumbing secara umum dilakukan langsung di basecamp jalur yang dipilih (seperti Garung, Butuh, dan lainnya). Di sana kamu akan mengisi formulir data diri dan logistik, serta membayar biaya registrasi per orang sebelum naik gunung.
4. Gunung Arjuno – 3.339 mdpl
Lokasi: Malang, Pasuruan, dan Batu, Jawa Timur
(Dok: UPT Tahura Raden Soerjo)
Arjuno kaya akan situs spiritual peninggalan Kerajaan Majapahit. Sepanjang jalur pendakian via Tretes, pendaki akan menemukan candi kecil dan petilasan kuno, menjadikannya gunung dengan nuansa sejarah paling kuat di Jawa.
Pendaftaran pendakian dilakukan melalui portal SiPENERANG (Taman Hutan Raya Raden Soerjo). Booking online bisa dilakukan sampai 30 hari sebelum pendakian dan paling lambat H-2 sebelum naik gunung. Setiap rombongan harus memiliki minimal 3 orang anggota dan menunjuk 1 ketua yang bertanggung jawab.
5. Gunung Raung – 3.332 mdpl
Lokasi: Banyuwangi, Bondowoso, dan Jember, Jawa Timur
Gunung Raung. (Jadesta Kemenpar)
Inilah gunung paling ekstrem di Jawa. Puncaknya berupa kaldera raksasa sedalam ratusan meter. Untuk mencapai titik tertinggi dibutuhkan teknik scrambling dan keberanian melewati jalur punggungan sempit.
Untuk Raung, biasanya pendaki harus melapor & registrasi di pos BKSDA setempat atau basecamp jalur pendakian. Informasi layanan booking bisa berubah mengikuti kebijakan pengelola kawasan karena statusnya sering update sesuai aktivitas gunung dan cuaca.
6. Gunung Lawu – 3.265 mdpl
Lokasi: Perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur
(muncak.id)
Lawu lekat dengan legenda Prabu Brawijaya. Jalur Cemoro Sewu terkenal dengan warung tertinggi “Mbok Yem”. Di musim kemarau, edelweiss bermekaran di sepanjang jalur menuju Hargo Dumilah.
Meski belum tersedia booking online secara nasional seperti Semeru, pendaki tetap harus melapor di pos pendaftaran di basecamp (mis. Cemoro Sewu atau Cemoro Kandang) dan menerima bukti registrasi sebelum mulai mendaki.
7. Gunung Welirang – 3.156 mdpl
Lokasi: Pasuruan dan Mojokerto, Jawa Timur
(Dok: UPT Tahura Raden Soerjo)
Satu kompleks dengan Arjuno, Welirang identik dengan aktivitas penambangan belerang tradisional. Pendaki kerap berpapasan dengan para penambang yang memikul bongkahan belerang dari kawah aktif.
Pendaftaran pendakian dilakukan melalui portal SiPENERANG (Taman Hutan Raya Raden Soerjo). Booking online bisa dilakukan sampai 30 hari sebelum pendakian dan paling lambat H-2 sebelum naik gunung. Setiap rombongan harus memiliki minimal 3 orang anggota dan menunjuk 1 ketua yang bertanggung jawab.
Ketujuh gunung ini menawarkan paket lengkap berupa tantangan fisik, keindahan alam, serta nilai budaya. Ingat, seluruh gunung tersebut berstatus gunung berapi aktif. Pendaki wajib memeriksa izin resmi, cuaca, serta rekomendasi PVMBG sebelum melakukan pendakian.
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun Google News Metrotvnews.com