Gedung Federal Reserve di Washington DC. (DC Historic Sites)
Renovasi Federal Reserve AS Jadi Sorotan usai Membengkak hingga Rp41,2 Triliun
Willy Haryono • 13 January 2026 08:15
Washington: Proyek renovasi besar-besaran gedung kantor pusat Federal Reserve (The Fed) kini menjadi sorotan publik dan politik nasional di Amerika Serikat. Pemerintahan Presiden Donald Trump menyoroti lonjakan biaya renovasi kompleks Federal Reserve di Washington, yang dinilai jauh melampaui estimasi awal dan memicu ketegangan terbuka dengan Ketua The Fed Jerome Powell, di tengah perbedaan pandangan mengenai kebijakan suku bunga.
Renovasi mencakup dua bangunan bersejarah, yakni Gedung Eccles yang dibangun pada periode 1935–1937 sebagai kantor pusat Federal Reserve, serta Gedung Constitution Avenue yang selesai pada 1932. Bangunan kedua sebelumnya digunakan oleh Layanan Kesehatan Publik AS dan sempat berfungsi sebagai pusat komando militer pada Perang Dunia II. Pada 2018, gedung tersebut dialihkan ke Federal Reserve untuk direnovasi dengan tujuan mengurangi biaya sewa kantor lain.
Seiring berjalannya proyek, biaya renovasi mengalami lonjakan signifikan. Hingga pertengahan 2025, total anggaran diperkirakan mencapai sekitar USD2,46 miliar atau setara Rp41,2 triliun, meningkat tajam dibandingkan proyeksi awal. Kenaikan ini dipicu oleh melonjaknya harga material dan tenaga kerja, penyesuaian desain demi menjaga keaslian bangunan bersejarah, serta temuan teknis tak terduga seperti kontaminasi timbal dan keberadaan asbes dalam jumlah besar.
Sorotan publik juga mengarah pada tudingan adanya fasilitas mewah dalam proyek tersebut. Namun, Federal Reserve membantah klaim tersebut dan menegaskan bahwa renovasi difokuskan pada pembaruan infrastruktur dasar, seperti sistem listrik, pemanas, air, serta peningkatan akses bagi penyandang disabilitas.
Beberapa rencana awal, termasuk fitur air dan perluasan ruang tertentu, disebut telah dihapus demi menekan biaya. Elemen yang kerap disebut sebagai taman atap, menurut The Fed, sejatinya merupakan atap parkir bawah tanah dan atap hijau yang dirancang untuk efisiensi energi serta pengelolaan air hujan.
Dari sisi pengawasan, Federal Reserve memiliki kewenangan hukum untuk mengelola pengeluaran proyek modalnya. Proyek renovasi ini diawasi secara rutin oleh Kantor Inspektur Jenderal internal, yang menerima laporan bulanan dan saat ini tengah melakukan peninjauan lanjutan. Selain itu, desain proyek juga telah dikonsultasikan dengan berbagai lembaga perencanaan federal yang berwenang.
Secara keseluruhan, polemik renovasi gedung Federal Reserve mencerminkan kompleksitas pengelolaan aset publik bersejarah di tengah dinamika politik modern. Di satu sisi, pembaruan infrastruktur dinilai penting untuk efisiensi dan keselamatan kerja.
Di sisi lain, lonjakan anggaran memicu tuntutan transparansi yang semakin kuat, sekaligus memperlihatkan bagaimana kebijakan ekonomi dan pengelolaan institusi keuangan nasional tak pernah lepas dari sorotan politik dan kepentingan publik yang lebih luas. (Keysa Qanita)
Baca juga: Trump Bisa Pecat Powell Jika Terbukti 'Tilep' Duit Proyek Renovasi Gedung Fed