Kondisi Teras Cihampelas, Kota Bandung. (Metrotvnews.com/ Roni K)
Wajah Teras Cihampelas Kini Penuh Sampah dan Vandalisme, Kios Tutup
Roni Kurniawan • 11 February 2026 20:32
Bandung: Kondisi Teras Cihampelas, salah satu ikon wisata belanja di Kota Bandung, Jawa Barat, kian memprihatinkan. Skywalk yang sempat menjadi destinasi favorit wisatawan itu kini dipenuhi coretan vandalisme, sampah berserakan, serta puluhan kios yang tutup.
Pantauan di lokasi, mayoritas kios tampak tertutup rapat. Cat dinding dan pagar besi di sejumlah titik mengelupas dan dipenuhi coretan. Beberapa bagian lantai juga terlihat kotor dan kurang terawat. Kondisi tersebut kontras dengan tujuan awal pembangunan Teras Cihampelas sebagai ruang publik dan pusat wisata belanja yang tertata.

Kondisi Teras Cihampelas, Kota Bandung. (Metrotvnews.com/ Roni K)
Aan Suherman, 50, salah satu pedagang yang masih bertahan, mengaku prihatin dengan kondisi tersebut. Ia berharap pemerintah melakukan perbaikan, bukan pembongkaran.
“Dari waktu pertama ada kabar juga, mending diperbaiki daripada dibongkar, sayang. Apalagi saya masih bertahan jualan, kuliner masih banyak. Kalau suvenir sudah enggak jualan,” kata Aan saat ditemui di Teras Cihampelas, Rabu, 11 Februari 2026.
Baca Juga :
Hal senada disampaikan Amiati, 50, pedagang lainnya. Ia berharap ada penataan ulang agar kawasan tersebut kembali hidup dan menarik pengunjung.
“Kalau bisa mah diperbaiki. Kalau yang di bawah ke atasin lagi, dibikin rame lagi,” ujar Amiati.

Kondisi Teras Cihampelas, Kota Bandung. (Metrotvnews.com/ Roni K)
Amiati menilai penataan ulang arus pengunjung serta penguatan daya tarik kawasan bisa menjadi solusi agar kios-kios kembali terisi. Ia mengaku masih ingin bertahan berjualan jika ada harapan perbaikan dari pemerintah.
Sementara itu, Pemerintah Kota Bandung memastikan Teras Cihampelas akan dibongkar. Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menargetkan proses pembongkaran dimulai pada semester pertama 2026 atau setelah lebaran.
“Teras Cihampelas saat ini memang masih dalam proses pengajuan izin. Kami sedang melakukan audit teknis terlebih dahulu karena semuanya harus betul-betul matang,” ujar Farhan.
Hingga kini, Pemkot Bandung masih melakukan kajian teknis sebelum proses pembongkaran resmi dilaksanakan.