Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. Foto: YouTube Metro TV.
Global Stagnan 3%, Bagaimana Kinerja Ekonomi Indonesia? Ini Kata Airlangga
Ade Hapsari Lestarini • 13 February 2026 16:12
Jakarta: Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pertumbuhan ekonomi global stagnan di tiga persen di tengah berbagai tantangan.
Menurut Airlangga proyeksi tersebut sejalan dengan laporan IMF, Bank Dunia, dan OECD untuk periode 2025 dan 2026. Bahkan, pertumbuhan global berada di rentang 2,9-3,1 persen.
"Dari segi perdagangan itu diperkirakan juga stagnan, turun bahkan di angka 2,4 persen. Namun Indonesia di antara negara G20 di kuartal keempat adalah nomor dua, Pak, sesudah India yang 7,4 persen," ungkap Airlangga, saat membuka Indonesia Economic Outlook 2026, di Gedung Wisma Danantara, Jumat, 13 Februari 2026.
Namun demikian, pertumbuhan ekonomi Indonesia secara year-on-year berada di 5,11 persen. Hal ini didukung oleh konsumsi rumah tangga yang tumbuh kuat sebesar 4,98 persen.
Airlangga menyebut pertumbuhan itu mencerminkan stimulus ekonomi yang tepat sasaran, stabilitas harga, serta peningkatan mobilitas saat periode Hari Besar Natal dan Tahun Baru (Nataru).
"Ini untuk pertama kalinya kuartal 4 dan kuartal 1 back-to-back, Pak, Hari Besar Keagamaannya. Karena di kuartal 1 ada Idulfitri yang diharapkan dan selama pengalaman kita pada saat terjadi Lebaran, pertumbuhan tertinggi juga," papar Airlangga.
Oleh karena itu, pemerintah akan terus mendorong pertumbuhan di kuartal pertama tahun ini. Selain itu, konsumsi organisasi lembaga kemasyarakatan juga tumbuh tinggi sebesar 5,13 persen.
"Ini peningkatan kegiatan sosial dan kebijakan bencana yang responsif. Jadi ini juga berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi. Investasi tumbuh signifikan 5,09 persen. Serta belanja modal pemerintah juga luar biasa, tumbuh 44,2 persen. Jadi ini yang kita harapkan di kuartal pertama juga bisa digelontorkan oleh Kementerian Keuangan oleh Pak Menkeu," kata Airlangga.
.jpg)
Ilustrasi. Foto: Freepik
Indonesia Economic Outlook 2026
Airlangga sebelumnya menyatakan pemerintah akan memberikan penjelasan lengkap terkait proyeksi ekonomi Indonesia, untuk menanggapi outlook negatif yang diberikan lembaga pemeringkat Moody's.
Dia mengatakan, Presiden Prabowo Subianto meminta jajaran pemerintah menyiapkan penjelasan yang lebih komprehensif kepada publik dan pelaku ekonomi melalui forum Indonesia Economic Outlook.
Dalam forum tersebut, jelas Airlangga, pemerintah akan memaparkan posisi perekonomian nasional, strategi menjaga stabilitas fiskal, serta berbagai program unggulan yang tengah dijalankan pemerintah.
Airlangga menegaskan, pembahasan mengenai laporan Moody’s telah dilakukan dalam rapat internal pemerintah. Ia memastikan forum Indonesia Economic Outlook akan menjadi sarana untuk memberikan penjelasan detail sekaligus memperkuat kepercayaan pasar terhadap prospek ekonomi Indonesia
"Di sana akan diberikan penjelasan mengenai posisi pemerintah terkait juga dengan program-program unggulan dari pemerintah," kata dia, dilansir Antara.
Airlangga menegaskan, secara keseluruhan peringkat kredit Indonesia masih berada pada level investment grade dari seluruh lembaga pemeringkat global.
Selain Moody's, lembaga pemeringkat lain, seperti Fitch Ratings dan Standard & Poor's (S&P) masih mempertahankan penilaian Indonesia pada level layak investasi. Meski demikian, pemerintah tetap mencermati outlook negatif yang disampaikan Moody's sebagai bahan evaluasi dan penguatan kebijakan ekonomi.
Menurut Airlangga, pemerintah menilai terdapat sejumlah aspek yang perlu dijelaskan lebih rinci, khususnya terkait potensi peningkatan penerimaan negara serta arah kebijakan strategis pemerintah, termasuk rencana pengelolaan investasi melalui Danantara Indonesia.