Arsip- Bandara Husein Sastranegara saat masih melayani penumpang di Kota Bandung, Jawa Barat. (ANTARA/Rubby Jovan)
Bandara Husein Sastranegara Ditargetkan Beroperasi Lagi 17 September 2026
Silvana Febiari • 30 June 2026 15:18
Kota Bandung: Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mulai membenahi akses jalan menuju Bandara Husein Sastranegara. Langkah ini dilakukan sebagai persiapan menjelang rencana pengoperasian kembali bandara tersebut yang ditargetkan pada September 2026.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan pembahasan mengenai reaktivasi Bandara Husein Sastranegara kini telah memasuki tahap teknis dengan melibatkan Pemerintah Kota Bandung, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, dan pemerintah pusat.
“Kami sudah masuk ke level yang sangat teknis. Instruksinya adalah melakukan berbagai perbaikan sarana dan prasarana pendukung untuk memastikan alur kendaraan umum menuju kawasan bandara berjalan dengan baik,” kata Farhan, dilansir dari Antara, Selasa, 30 Juni 2026.
Baca Juga :
Berdasarkan informasi dari Menteri Perhubungan, operasional kembali Bandara Husein Sastranegara ditargetkan pada 17 September 2026. “Kalau mengacu pada pernyataan Menteri Perhubungan, targetnya 17 September. Rapat koordinasi bersama jajaran pemerintah kota, provinsi hingga pusat juga sudah dilakukan secara intensif untuk membahas berbagai kesiapan dan skenario pembukaannya,” ujar dia.
Ia menjelaskan sejumlah pekerjaan fisik telah mulai dilakukan, antara lain perbaikan penerangan jalan umum (PJU), pembenahan sistem drainase, peningkatan akses jalan, serta penataan kawasan parkir. Perbaikan tersebut difokuskan pada jalur menuju Bandara Husein Sastranegara, khususnya di Jalan Abdulrahman Saleh dan Jalan Pajajaran yang menjadi akses utama menuju kawasan bandara.
.jpg)
Bandara Husein Sastranegara Bandung, sumber foto: Istimewa (Jaenal Mutakin)
Selain itu, kata Farhan, pemerintah juga berkoordinasi dengan TNI Angkatan Udara terkait penataan area parkir. Sebab, kawasan bandara merupakan aset TNI AU.
“Perbaikan PJU, drainase, akses Jalan Abdulrahman Saleh dan Pajajaran, termasuk pengelolaan tempat parkir sedang dipersiapkan. Karena kawasan tersebut merupakan aset TNI AU, pelaksanaannya dilakukan sesuai koordinasi dan persetujuan dari TNI AU,” ungkapnya.