Wagub NTT Johni Asadoma dan istri Melayat ke Rumah Duka Dokter Icha Pakaenoni. Foto: Dok MI
Kasus dr Icha, Wagub NTT Desak Pengusutan Tuntas dan Transparan
Palce Amalo • 29 June 2026 17:09
Kupang: Wakil Gubernur (Wagub) Nusa Tenggara Timur (NTT) Irjen (Purn) Johni Asadoma meminta kasus kematian dokter Eliza Princila Utami Pakaenoni, 28 atau dokter Icha diusut tuntas dan transparan. Johni pun melayat ke rumah duka di Kompleks RSS Baumata, Desa Baumata Barat, Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang.
"Kami atas nama Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya dr. Icha. Semoga almarhumah mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan," ujar Johni, Senin, 29 Juni 2026.
Menurut dia, pemerintah provinsi mendukung proses penegakan hukum yang berjalan secara profesional, transparan, dan sesuai ketentuan yang berlaku. Ia berharap seluruh fakta dalam kasus tersebut dapat diungkap secara objektif.
"Kami berharap seluruh fakta dapat diungkap secara jelas dan objektif. Proses hukum harus berjalan dengan baik sehingga kasus ini dapat diusut hingga tuntas dan memberikan kepastian hukum serta rasa keadilan bagi keluarga dan masyarakat," jelas dia.
Baca Juga :
"Pemerintah Provinsi NTT akan memberikan perhatian yang lebih besar terhadap seluruh tenaga medis. Mereka adalah garda terdepan pelayanan kesehatan dan harus mendapatkan rasa aman, perlindungan, serta lingkungan kerja yang baik. Kejadian seperti ini tidak boleh terulang kembali," tegas dia.
Johni menambahkan, Pemerintah Provinsi NTT akan terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait guna memastikan penanganan kasus berjalan sesuai prosedur sekaligus memperkuat upaya perlindungan bagi tenaga kesehatan di daerah.

Ilustrasi. Foto: Medcom.id.
Sementara itu, jenazah dokter Icha yang ditemukan tewas bunuh diri di lantai 2 rumahnya pada Jumat sore, 26 Juni 2026, akan dikebumikan pada Senin, 29 Juni 2026. Dokter Icha diduga bunuh diri setelah sebelumnya diduga mengalami intimidasi dari tiga anggota DPRD Kabupaten Timor Tengah Utara saat menangani pasien di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Leona Kefamenanu.
Dugaan intimidasi tersebut mengakibatkan dokter Icha mengalami trauma berat hingga ketakutan, sebelum ditemukan tewas bunuh diri. Kasus ini ditangani Polres Timor Tengah Utara.
Anda tidak sendirian. Jika merasa ingin menyakiti diri sendiri atau berpikir untuk bunuh diri, hubungi 119 ext. 8 (SEJIWA/Healing119) atau akses www.healing119.id untuk terhubung dengan konselor.