Siapa Saja Mitra Dagang RI di Jalur Selat Hormuz?

Ilustrasi. Foto: Dok istimewa

Siapa Saja Mitra Dagang RI di Jalur Selat Hormuz?

Eko Nordiansyah • 3 March 2026 11:26

Jakarta: Badan Pusat Statistik (BPS) memaparkan sejumlah mitra dagang Indonesia yang aktivitas perdagangannya di jalur pelayaran Selat Hormuz, mengingat ada dinamika konflik di kawasan Timur Tengah yang berpotensi memberikan dampak terhadap perdagangan.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono mengatakan untuk mengetahui secara pasti besaran dampak terhadap perdagangan Indonesia masih diperlukan kajian lebih lanjut.

"Untuk melihat potensi dampak jika konflik meningkat, tentunya ini diperlukan kajian yang lebih lanjut lagi. Kami hanya bisa memaparkan tadi beberapa komoditas," kata Ateng dikutip dari Antara, Selasa, 3 Maret 2026.

Namun demikian, BPS memberikan gambaran mengenai nilai perdagangan Indonesia dengan beberapa negara yang berada di jalur Selat Hormuz, yakni Iran, Oman dan Uni Emirat Arab (UEA) selama 2025.

Baca Juga :

Kemenkeu Pantau Potensi Risiko Akibat Konflik Iran dan Israel-AS


(Ilustrasi. Foto: Dok Metrotvnews.com)
 

Perdagangan dengan Iran, Oman, dan UEA

Ia menjelaskan impor nonmigas Indonesia dari Iran pada 2025 tercatat sebesar USD8,4 juta. Komoditas utamanya terdiri dari buah-buahan (HS08) senilai USD5,9 juta, besi dan baja sebesar USD0,8 juta, serta mesin dan peralatan mekanis serta bagiannya (HS84) sebesar USD0,7 juta.

Sementara itu, impor nonmigas Indonesia dari Oman mencapai USD718,8 juta. Komoditas terbesar berasal dari besi dan baja dengan nilai USD590,5 juta, diikuti bahan bakar organik (HS29) sebesar USD56,7 juta, serta garam, belerang, batu dan semen (HS25) sebesar USD44,2 juta.

Adapun impor nonmigas dari Uni Emirat Arab tercatat sebesar USD1,4 miliar. Komoditas utamanya antara lain logam mulia dan perhiasan sebesar USD511,1 juta, kemudian garam, belerang, batu dan semen sebesar USD43,2 juta, serta aluminium dan barang daripadanya sebesar USD181,6 juta.

Dari sisi ekspor, Ateng menyebutkan Indonesia juga memiliki nilai perdagangan yang cukup besar dengan negara-negara tersebut.

Ekspor nonmigas Indonesia ke Iran tercatat sebesar USD249,1 juta, dengan komoditas utama berupa buah-buahan (HS08) senilai USD86,4 juta, kendaraan dan bagiannya (HS87) sebesar USD34,1 juta, serta lemak dan minyak hewan nabati (HS15) sebesar USD22 juta.

Sementara ekspor nonmigas Indonesia ke Oman mencapai USD428,8 juta, yang didominasi oleh lemak dan minyak hewan nabati sebesar USD227,7 juta, kendaraan dan bagiannya sebesar USD64,2 juta, serta bahan mineral (HS27) sebesar USD48,1 juta.

Adapun ekspor nonmigas Indonesia ke Uni Emirat Arab tercatat sebesar USD4 miliar. Komoditas utamanya meliputi logam mulia dan perhiasan sebesar USD183,6 juta, lemak dan minyak hewan nabati sebesar USD510,3 juta, serta kendaraan dan bagiannya sebesar USD363,5 juta.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Eko Nordiansyah)