Harga Emas Menguat di Tengah Ketegangan Timur Tengah, Berpeluang Uji Level 5.225

Ilustrasi. Foto: Freepik.

Harga Emas Menguat di Tengah Ketegangan Timur Tengah, Berpeluang Uji Level 5.225

Eko Nordiansyah • 5 March 2026 11:35

Jakarta: Harga emas dunia kembali menunjukkan penguatan pada perdagangan hari ini seiring meningkatnya permintaan aset safe haven di tengah ketegangan geopolitik global. Pada sesi perdagangan Asia Kamis pagi, harga emas dunia (XAU/USD) tercatat bertahan di zona positif di sekitar level 5.145, setelah sebelumnya menguat lebih dari satu persen pada sesi Amerika Utara.

Penguatan ini terjadi setelah logam mulia sempat mengalami tekanan akibat penguatan dolar AS dalam beberapa hari terakhir. Namun, meningkatnya ketegangan di Timur Tengah kembali mendorong minat investor terhadap emas sebagai instrumen lindung nilai terhadap ketidakpastian global.

"Situasi geopolitik menjadi salah satu faktor utama yang menopang pergerakan harga emas saat ini," kata Analis Dupoin Futures, Andy Nugraha dalam keterangan tertulis, Kamis, 5 Maret 2026.

Militer Israel dilaporkan memulai gelombang serangan baru yang menargetkan infrastruktur militer di Teheran, Iran. Ketegangan ini meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap potensi konflik yang lebih luas di kawasan tersebut.

Selain itu, laporan yang menyebutkan bahwa Amerika Serikat berencana meningkatkan tekanan militer terhadap Iran juga semakin memperkuat permintaan terhadap aset safe haven seperti emas. Dalam kondisi ketidakpastian geopolitik, investor cenderung beralih ke instrumen yang dianggap lebih aman, sehingga memberikan dorongan bagi harga emas.



(Ilustrasi. Foto: Freepik)

Perkembangan ekonomi AS jadi perhatian

Data Indeks Manajer Pembelian (PMI) sektor jasa versi ISM menunjukkan kenaikan menjadi 56,1 pada Februari dari 53,8 pada bulan sebelumnya, lebih tinggi dari ekspektasi pasar di level 53,5. Data tersebut menandakan aktivitas ekonomi di sektor jasa masih cukup kuat.

Kondisi ini dapat memperkuat sikap bank sentral Amerika Serikat untuk mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama. Kebijakan suku bunga yang tetap tinggi biasanya akan memperkuat Dolar AS, yang pada akhirnya dapat memberikan tekanan terhadap harga komoditas yang diperdagangkan dalam denominasi dolar, termasuk emas.

Meski demikian, pergerakan dolar AS pada perdagangan terbaru justru menunjukkan pelemahan. Indeks Dolar AS (DXY) tercatat turun sekitar 0,25 persen ke level 98,82, sementara imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun bergerak relatif stabil di kisaran 4,06 persen.

"Pelemahan dolar ini turut memberikan ruang bagi harga emas untuk mempertahankan penguatannya dalam jangka pendek," ujar Andy.

Tren penguatan emas mulai melemah

Tren harga emas masih menunjukkan kecenderungan bullish, meskipun momentum penguatannya mulai melemah. Berdasarkan kombinasi pola candlestick dan indikator Moving Average yang terbentuk saat ini, sinyal bullish pada XAU/USD masih terlihat, tetapi terdapat indikasi kekuatan tren mulai berkurang setelah reli yang cukup signifikan dalam beberapa waktu terakhir.

Menurut Andy, selama tekanan beli masih mampu bertahan, harga emas berpotensi melanjutkan penguatan hingga menguji area resistance di sekitar level 5.225. Level tersebut menjadi target kenaikan terdekat yang dapat dicapai apabila sentimen safe haven tetap dominan di pasar. Namun, ia juga mengingatkan bahwa potensi koreksi tetap terbuka jika harga gagal mempertahankan momentum kenaikannya.

“Jika tekanan bullish masih berlanjut, harga emas berpotensi bergerak naik menuju area 5.225. Namun apabila terjadi kegagalan menembus level tersebut dan muncul tekanan jual, maka harga berpeluang terkoreksi menuju area support terdekat di sekitar level 5.126,” jelas Andy.

Dengan berbagai faktor yang memengaruhi pasar saat ini, pergerakan emas diperkirakan masih akan dipengaruhi oleh perkembangan geopolitik serta rilis data ekonomi Amerika Serikat. Investor juga menantikan laporan klaim pengangguran mingguan AS serta pernyataan dari pejabat Federal Reserve, Michelle Bowman, yang berpotensi memberikan petunjuk baru mengenai arah kebijakan moneter The Fed.

Secara keseluruhan, harga emas masih memiliki peluang untuk melanjutkan tren penguatan dalam jangka pendek, terutama jika ketegangan geopolitik terus meningkat dan dolar AS tetap berada dalam tekanan. Namun, pelaku pasar tetap perlu mewaspadai potensi volatilitas apabila muncul sentimen baru dari data ekonomi atau perkembangan geopolitik yang dapat mengubah arah pergerakan pasar secara cepat.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Eko Nordiansyah)