Kapan B50 Dijual di SPBU? Simak Jadwal Lengkapnya

Ilustrasi, BBM Biosolar/Biodiesel di SPBU. Foto: Pertamina.

Kapan B50 Dijual di SPBU? Simak Jadwal Lengkapnya

Husen Miftahudin • 21 July 2026 14:59

Jakarta: Bahan bakar minyak (BBM) biodiesel B50 mulai dipasarkan secara bertahap di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) sejak 1 Juli 2026. Namun, masyarakat belum bisa menemukan B50 di seluruh SPBU karena pemerintah masih menjalankan masa transisi dari B40 menuju B50.

Program mandatori B50 diresmikan Presiden Prabowo Subianto pada Kamis, 9 Juli 2026, sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi nasional, mengurangi impor solar, serta meningkatkan pemanfaatan biodiesel berbasis minyak sawit (FAME).

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menjelaskan implementasi B50 dilakukan secara bertahap agar badan usaha penyalur BBM memiliki waktu menghabiskan stok Biodiesel B40 yang masih tersedia.

Pemerintah menetapkan masa transisi hingga 30 September 2026. Setelah periode tersebut berakhir, seluruh SPBU yang menyalurkan Biosolar ditargetkan telah menggunakan B50.

"Nanti setelah transisi, semuanya sudah pakai B50," ujar Bahlil saat peresmian Program Mandatori Biodiesel B50, Kamis, 9 Juli 2026.
 

 

Kapan B50 tersedia di seluruh SPBU?


Pemerintah menargetkan penyaluran B50 di seluruh SPBU Indonesia rampung pada 1 Oktober 2026. Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi menyebut distribusi terus dipercepat selama masa transisi.

Hingga pertengahan Juli 2026, implementasi B50 telah menjangkau lebih dari separuh SPBU penyalur Biosolar di Indonesia dan terus bertambah setiap pekan.

Data Kementerian ESDM menunjukkan terdapat 6.412 SPBU yang menyalurkan Biosolar di Indonesia. Dari jumlah tersebut, sebanyak 3.696 SPBU telah menjual B50, sedangkan 2.716 SPBU masih menyalurkan B40 selama masa transisi.

Wilayah Pulau Jawa menjadi daerah dengan implementasi tertinggi, sementara sejumlah wilayah di Kalimantan, Papua, dan Maluku masih dalam tahap persiapan distribusi.


(Ilustrasi B50. Foto: Gapki.id)
 

BBM B50 dijual Rp6.800/liter


Masyarakat tidak perlu khawatir terhadap perubahan harga. Pemerintah memastikan harga Biosolar B50 bersubsidi tetap Rp6.800 per liter.

Perubahan hanya terjadi pada komposisi bahan bakar, dari sebelumnya 40 persen biodiesel dan 60 persen solar (B40) menjadi 50 persen biodiesel dan 50 persen solar (B50).

Pemerintah menilai program B50 menjadi salah satu strategi untuk memperkuat ketahanan energi nasional melalui peningkatan penggunaan energi terbarukan.

Selain mengurangi ketergantungan terhadap impor solar, kebijakan ini juga diharapkan meningkatkan penyerapan minyak sawit dalam negeri, menghemat devisa negara, serta menekan emisi karbon dari sektor transportasi dan industri.

(Husen Miftahudin)