Petugas gabungan berupaya memadamkan api yang membakar lahan di wilayah perbukitan di Desa Pemuteran, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali, Senin, 20 Juli 2026. Dokumentasi/ BPBD Kabupaten Buleleng
BNPB Catat Karhutla Dominasi Kejadian Bencana
Silvana Febiari • 21 July 2026 12:54
Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendominasi sejumlah kejadian bencana di Tanah Air dalam periode 20 hingga 21 Juli 2026. Karhutla tercatat terjadi di Bali, Jawa Tengah, Kepulauan Bangka Belitung, Kalimantan Selatan, hingga Kalimantan Timur.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, karhutla dengan luasan terbesar terjadi di Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali. Kebakaran menghanguskan sekitar 48 hektare lahan yang didominasi vegetasi rerumputan kering di wilayah perbukitan Desa Pemuteran, Kecamatan Gerokgak.
"Kebakaran tersebut terlihat dari Villa Bukit Kursi. Tim gabungan dari BPBD setempat, unsur TNI, Polri, pemadam kebakaran, Satpol PP, dan unsur lainnya berhasil menaklukkan kebakaran tersebut," kata Abdul dalam keterangan tertulis, Selasa, 21 Juli 2026.
Selain di Bali, karhutla juga terjadi di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Kebakaran di Desa Gunung Gajah, Kecamatan Bayat, menghanguskan sekitar 3,5 hektare lahan. Berdasarkan hasil asesmen, kebakaran diduga terjadi akibat aktivitas pembersihan lahan yang menyebabkan api tidak terkendali.
Kejadian serupa terjadi di Kabupaten Belitung Timur, Kepulauan Bangka Belitung, dengan luas area terbakar sekitar 2 hektare. Sementara di Kalimantan Selatan, karhutla tercatat terjadi di Kabupaten Tapin dan Hulu Sungai Selatan dengan total luas lahan terdampak mencapai lebih dari 7 hektare.
Di Kalimantan Timur, kebakaran lahan terjadi di Kabupaten Kutai Kartanegara dengan luas area terdampak sekitar 2 hektare. Tim gabungan berhasil mengendalikan api sehingga tidak terjadi perluasan kebakaran.
.jpeg)
Kebakaran di wilayah perbukitan di Desa Pemuteran, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali, Senin, 20 Juli 2026. Dokumentasi/ BPBD Kabupaten Buleleng
BNPB menyebut kondisi cuaca dalam beberapa hari ke depan masih berpotensi meningkatkan risiko karhutla. Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sejumlah wilayah seperti Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan bagian selatan, serta Sumatera bagian timur masih berpotensi mengalami cuaca cerah hingga berawan.
"BNPB mengimbau pemerintah daerah untuk memperkuat patroli terpadu di kawasan rawan karhutla, mengoptimalkan deteksi dini titik panas, serta memastikan kesiapan personel dan peralatan pemadaman agar kebakaran dapat segera ditangani sebelum meluas," ungkap Abdul.
Masyarakat juga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar dan tidak menyalakan api di kawasan hutan maupun lahan yang mudah terbakar. Jika menemukan titik api, warga diimbau segera melapor kepada aparat setempat agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan terpadu.