Plafon gedung Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) Yogyakarta jebol akibat gempa. Metrotvnews.com/Ahmad Mustaqim
Plafon dan Tembok Gedung BB Labkesmas Yogyakarta Rusak Akibat Gempa Pacitan
Ahmad Mustaqim • 6 February 2026 18:44
Yogyakarta: Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) Yogyakarta menjadi salah satu lokasi yang terdampak kerusakan akibat gempa Pacitan. Meski demikian, bangunan yang terletak di Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), tetap digunakan untuk aktivitas lembaga di bawah Kementerian Kesehatan.
"Plafon bangunan jebol dan ada tembok yang retak," kata Kepala Balai Besar Labkesmas Yogyakarta, M Budi Hidayat, Jumat, 6 Februari 2026.
Budi mengungkapkan kerusakan plafon terjadi di lantai 5, tepatnya di bagian aula. Ia memperkirakan panjang plafon yang jebol mencapai sekitar 20 meter.
"Plafon jebol sekitar 20 meter. Hebel runtuh, plafonnya apalagi," ujar Budi.
Kerusakan berupa keretakan tembok juga terjadi di beberapa titik, khususnya di lantai 3 dan 4. Selain itu, ia juga menyebut adanya tangga yang retak akibat gempa.
Ia mengatakan aktivitas tetap berjalan karena kerusakan tidak terjadi di bagian laboratorium. Retakan tembok di lantai 3 dan 4 pun tidak mengganggu operasional.
"Ruang lab masih aman dan aktivitas masih berjalan seperti biasa. Yang tidak dipakai hanya aula," kata dia.

Kerusakan akibat gempa Pacitan, Jumat, 6 Febaruari 2026. (Antara/HO)
Budi menjelaskan bangunan BB Labkesmas Yogyakarta dibangun pada 2019 dengan konsep tahan gempa. Terdapat ruang khusus saat gempa, sehingga dampaknya tidak terlalu parah.
"Gedung dibangun mempersiapkan apabila terjadi gempa. Gedung saat ini masih aman," ujarnya.
Ia menambahkan nominal kerugian akibat gempa belum diketahui karena proses inventarisasi dan identifikasi masih berlangsung. Hasil pendataan tersebut, kata dia, akan dilaporkan ke pemerintah pusat.
"Kami akan mengajukan segera untuk renovasi. Pemeriksaan akan dilakukan. Kami ingin yang rusak dianalisis apabila kembali (gempa) tidak terlalu parah," ucap Budi.