Prabowo: Gagasan Koperasi Merah Putih Sudah Dipikirkan Puluhan Tahun

Presiden Prabowo Subianto. Foto: Dok. BPMI Sekretariat Presiden.

Prabowo: Gagasan Koperasi Merah Putih Sudah Dipikirkan Puluhan Tahun

Fachri Audhia Hafiez • 12 July 2026 18:21

Jakarta: Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa gagasan pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) bukan program instan, melainkan sebuah konsep yang telah lama mengendap di benaknya sejak puluhan tahun lalu. Ide penguatan instrumen ekonomi rakyat ini lahir dari pengalaman pribadinya saat masih aktif bertugas sebagai prajurit TNI di pelosok desa.

"Konsep Koperasi Merah Putih ini sudah lama ada di benak saya, sudah puluhan tahun," ujar Prabowo dalam pidatonya pada Puncak Peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 di Indonesia Arena, Gelora Bung Karno, Jakarta, dilansir Antara, Minggu, 12 Juli 2026.
 


Prabowo menuturkan, ketika masih bertugas di militer, ia kerap ditempatkan selama berbulan-bulan di daerah terpencil dan pegunungan. Dalam masa penugasan tersebut, ia menyaksikan secara langsung kondisi memprihatinkan masyarakat di lapisan bawah yang hidup dalam kemiskinan ekstrem.

"Saya lihat di situ rakyat kelaparan, saya lihat ada rakyat yang mati kelaparan dan saya tidak bisa berbuat apa-apa karena makan saya terbatas untuk kompi (pasukan) saya," jelas Kepala Negara.

Pengalaman pahit itulah yang meyakinkan Prabowo bahwa pembangunan Indonesia harus dimulai dari penguatan desa. Ia menilai, meskipun Indonesia bergerak menjadi negara industri, pemerintah berkewajiban memberikan perlindungan dan akses kegiatan ekonomi bagi masyarakat bawah melalui wadah koperasi.

Meski gagasan tersebut telah lama ada, Prabowo mengakui upaya membangun koperasi di masa lalu berjalan sangat lambat karena adanya keterbatasan kewenangan dan akses permodalan. Oleh sebab itu, setelah menjabat sebagai Presiden, langkah awal yang ia lakukan adalah memperkuat sektor pertanian lewat swasembada pangan, penurunan harga pupuk, hingga menaikkan harga pembelian gabah petani.

Namun, ia tetap menerima laporan bahwa banyak petani yang terjerat utang berbunga tinggi ke rentenir untuk memenuhi kebutuhan hidup selama masa tanam. Kondisi ini membuat hasil panen tidak bisa dinikmati optimal demi kesejahteraan keluarga. 

Merespons hal tersebut, pemerintah mengambil kebijakan tegas dengan menghapus utang jutaan petani yang dinilai sudah tidak mampu dilunasi.


 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP). Foto: Dok. Istimewa.

Sebagai langkah lanjutan yang lebih sistemik, pemerintah merancang pembentukan koperasi simpan pinjam di setiap desa dan kelurahan di tanah air. Tujuannya agar masyarakat mendapatkan akses pembiayaan yang murah dan terbebas dari jeratan lintah darat.

"Rakyat kita harus bisa mendapat kesempatan pinjam uang dengan bunga yang murah. Jawabannya adalah harus ada koperasi simpan pinjam di setiap desa di seluruh Republik Indonesia," tegas Prabowo.

Kepala Negara menambahkan, pemerintah menargetkan pembentukan 81 ribu unit KDMP, sebuah jumlah yang disesuaikan secara merata dengan total desa dan kelurahan di seluruh Indonesia. Kehadiran jaringan koperasi ini diharapkan menjadi pilar utama dalam memutus rantai pinjaman ilegal sekaligus memperkokoh fondasi ekonomi kerakyatan dari tingkat akar rumput.

(Fachri Audhia Hafiez)