Presiden Pastikan Penyelidikan Pembakar Hutan Terus Berjalan

Presiden Prabowo Subianto. Foto: BPMI Setpres.

Presiden Pastikan Penyelidikan Pembakar Hutan Terus Berjalan

Gabriella Thesa Widiari • 25 September 2026 23:57

Jakarta: Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintah terus menyelidiki korporasi maupun oknum yang secara sengaja melakukan pembakaran hutan dan lahan. Penegakan hukum ini menjadi bagian dari strategi komprehensif dalam pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Penegasan tersebut disampaikan Prabowo saat berdiskusi bersama jajaran pakar dan akademisi mengenai pengelolaan lahan gambut di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis, 24 September 2026.

"Kita akan selidiki terus korporasi-korporasi, oknum-oknum yang melakukan pembakaran sengaja," kata Prabowo, dikutip dari Antara, Jumat, 25 September 2026.

Prabowo menjelaskan bahwa penanganan karhutla membutuhkan pendekatan yang berbeda antara masyarakat dan korporasi. Pemerintah berkomitmen memberikan solusi nyata bagi warga yang membutuhkan lahan agar tidak menggunakan metode pembakaran.

"Kalau Anda butuh lahan, lapor, kita buatkan lahan untuk kalian. Kita siapkan pompa untuk kalian," ujar Prabowo.

Menurut Prabowo, langkah tersebut diambil untuk memastikan masyarakat tetap memperoleh manfaat ekonomi tanpa memicu karhutla. Di sisi lain, pemerintah menekankan kewajiban ketat yang harus dipatuhi oleh pihak korporasi.

Perusahaan diwajibkan memiliki fasilitas pencegahan kebakaran, seperti menara pemantau, embung pada luasan tertentu, hingga tim pemadam internal dari unsur karyawan.

"Sudah ada ketentuan, sudah ada kewajiban-kewajiban. Tiap lima hektare harus ada menara. Tiap sekian hektare harus ada embung, tiap sekian, sudah ada regulasinya. Dan Anda harus punya tim pemadam kebakaran dari karyawan Anda," kata Prabowo.


Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Kawi, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Foto: Metro TV/ Wahyu Tiar Priyanto.

Presiden menambahkan penertiban akan dilakukan secara tegas karena masih ditemukan perusahaan yang mengabaikan aturan tersebut.

"Ada perusahaan yang patuh, ada perusahaan yang tidak. Ini harus kita tertibkan," ujar Prabowo.

Dalam pertemuan itu, Prabowo turut meminta masukan pakar mengenai solusi pencegahan kebakaran serta pemanfaatan lahan gambut secara produktif dan berwawasan lingkungan. Presiden juga menekankan pentingnya langkah mitigasi fisik sebelum titik api muncul di lapangan.

"Soal mitigasi fisik kita lakukan ya. Pemadam kebakaran harus siap, nggak ada, jauh sebelum kebakaran bikin embung, embung, embung, embung. Belum ada kebakaran bikin pompa pompa pompa, siapkan semua itu," ucap Prabowo.

(Gabriella Thesa Widiari)